Launching Sertifikasi Tanah Masyarakat Adat, Wali Kota BTM Bagi 124 Sertifikat di 10 Kampung

0
30
Walikota dengan Kepala BPN Kota serahkan sertifikasi tanah secara simbolis. (Elsye / HPP)
Walikota dengan Kepala BPN Kota serahkan sertifikasi tanah secara simbolis. (Elsye / HPP)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Pemerintah Kota Jayapura melaunching sertifikasi tanah masyarakat kampung adat dan aset keagamaan yang ada diwilayah Kota Jayapura, dan sekaligus diserahkan langsung secara simbolis oleh Wali Kota Jayapura DR. Benhur Tomi Mano, MM sebanyak 124 sertifikat kepada para Kepala Kampung dari 10 Kampung Adat di Port Numbay dan para tokoh agama lintas agama, bertempat di Main Hall Kantor Wali Kota Jayapura, Senin (4/6/2018).

“Hari ini sesuai janji saya kepada pemimpin-pemimpin dilima agama, yakni Kristen Protestan, Kristen Khatolik, Islam, Hindu dan Budha, bahwa saya akan mengsertifikatkan semua rumah ibadah yang ada di Kota Jayapura, bekerjasama dengan Kepala Badan Pertahanan Nasional (BPN) Kota Jayapura,” ucap Mano dalam arahannya.

Selain tempat peribadatan, pihaknya juga melalui BPN Kota Jayapura melaunchingkan sertifikat kepada masyarakat Kampung Adat di Kota Jayapura, kerja sama dengan tiga kementerian, antara lain Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertahanan dan Kementerian Desa.

“Terima kasih kepada BPN Kota Jayapura, dengan dilaunchingkannya sertifikat tanah itu, supaya ada kepastian hukum bagi rumah-rumah ibadah yakni gereja, masjid, pura dan kuil, serta bagi masyarakat adat di Kota Jayapura,” tuturnya.

Ilustrasi Gedung Baru Gereja GKI PNIEL Kotaraja (istimewa)

Sementara itu, Kepala BPN Kota Jayapura Roy Wayoi mengatakan penyerahan sertifikat secara simbolis itu merupakan kelanjutan dari program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSEL)di tahun 2017, yang kemudian dilaunchingkan pelaksanaan PTSEL untuk tahun 2018 dan sekaligus pihaknya melakukan launching untuk PTSEL tergadap 10 kampung adat di Kota Jayapura, serta laucnhing pengsertifikatan tanah PTSEL untuk rumah-rumah ibadah.

“Jadi seluruh kampung adat dan rumah ibadah lima ibadah akan kami ukur, petakan dan sertifikatkan,” jelasnya.

Ia juga berharap dalam waktu dekat ini pihaknya bisa mendapatkan data jumlah rumah ibadah di Kota Jayapura, dan dokumennya dilengkapi sehingga dirinya bisa menyusun progres semua rumah ibadah.

Turut hadir Kepala PT. Taspen Cabang Jayapura, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jayapura, Kepala BPN Kota Jayapura, Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Sekota Jayapura, Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Jayapura, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah dilingkup Pemkot Jayapura, para Kepala Distrik dan Aparatur Sipil Negera dilingkungan Pemkot Jayapura. (Elsye Sanyi / Koran Harian Pagi Papua)