Dinkes dan Unicef Gelar Sosialisasi CR Fase Kedua

0
380
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg. Aloysius Giay, M.Kes. didampingi para staffnya. (Eveerth / HPP)
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg. Aloysius Giay, M.Kes. . (Eveerth / HPP)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Unicef bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jayapura menggelar kampanye Imunisasi massal Campak dan Rubela 2018 Provinsi Papua, sekaligus pertemuan lintas sektor sosialisasi kampanye Campak dan Rubela Fase kedua, Selasa (05/06),Grand Abe Hotel Jayapura. Hadir sekitar 60 peserta dari lingkungan kesehatan Provinsi Papua.

Staf Ahli Gubernur Bidang Kesejahteraan Rakyat, Anni Rumbiak mewakili Gubernur Papua menyampaikan sambutan, bahwa Peran serta lintas sektor pemerintahan adalah kunci untuk menyukseskan imunisasi massal Campak dan Rubella fase kedua yang menyasar satu juta anak di seluruh propinsi Papua.

Ani juga mengatakan,  kesuksesan imunisasi Campak dan Rubella Fase 1 yang dilakukan di seluruh pulau Jawa pada Agustus –September 2017, tidak lepas dari peran serta dan dukungan seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan.

“Peran serta lintas sektor sangat dibutuhkan dalam hal ini, mengingat berbagai kendala yang sudah dipaparkan dan berkaca pada pengalaman Fase 1, dimana lintas sektor memegang peran penting dalam mencapai target.”tegasnya.

Imunisasi massal Campak dan Rubella fase kedua akan dilaksanakan pada 1 Agustus sampai dengan 31 September 2018 mendatang.

Sekitar satu juta anak usia sembilan bulan sampai kurang dari 15 tahun akan menjadi sasaran vaksin Campak dan Rubella di Provinsi Papua. Hampir seluruh kabupaten di Provinsi Papua dinyatakan sebagai daerah yang rentan risiko dan atau sangat rentan risiko, karena faktor akses yang terbatas.

Pertemuan lintas sektoral imunisasi massal Campak dan Rubella fase kedua ini dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, perwakilan organisasi profesi, organisasi masyarakat, korporasi, Lembaga Swadaya Masyarakat, sekolah tinggi dan perguruan tinggi, TP PKK, dan perwakilan media.

Sementyara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg. Aloysius Giay, M.Kes, menyatakan seluruh lapisan masyarakat harus dapat mengatasi tantangan akses dan geografis propinsi Papua yang selama ini telah menghambat program serupa.

“Harus ada rasa tanggung jawab dari masing-masing keluarga. Semua pihak harus ikut menyuarakan dan mengkampanyekan, sehingga tidak ada lagi alasan tantangan klasik akses dan geografis di Papua, kami harapkan (hasilnya) diatas 95 persen kita juga mampu melindungi setiap anak dari Campak dan Rubella , “ ujar drg. Aloysius.

Dinas Kesehatan Provinsi Papua akan melaksanakan pemberian imunisasi ini di 380 Puskesmas dan seluruh Posyandu dan TK/PAUD di Papua. Selain itu, pemberian imunisasi  akan menyasar ke 2.547 SD/MI,  672 SMP/MTs dan 13 Sekolah Luar Biasa.

Penyakit Rubella terkadang tidak menunjukkan tanda-tanda signifikan atau jelas pada anak. Akan tetapi, jika dilakukan pencegahan sejak dini dapat menghindarkan anak dari kebutaan, kepala kecil, katarak hingga gangguan pendengaran. Sementara itu, untuk campak, jika tidak dilakukan pencegahan sejak awal dapat menyebabkan anak terkena radang paru, radang otak, kebutaan hingga gizi buruk.(Fransisca)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here