Pemkab Jayapura Ikut  Peringatan Nuzulul Quran di Masjid Fadlul Wahid

0
388
Wakil Bupati (Wabup) Jayapura, Giri Wijayantoro, ketika memberi sambutan pada peringatan malam Nuzulul Quran di Masjid Fadlul Wahid BTN Matoa, Jumat (1/6/2018) lalu (Irfan /HPP)
Wakil Bupati (Wabup) Jayapura, Giri Wijayantoro, ketika memberi sambutan pada peringatan malam Nuzulul Quran di Masjid Fadlul Wahid BTN Matoa, Jumat (1/6/2018) lalu (Irfan /HPP)

SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Nuzulul Quran diperingati setiap tanggal 17 Ramadhan, yang sesuai hitungan jatuh pada hari Jumat 1 Juni 2018.

Di Kabupaten Jayapura sendiri, peringatan malam Nuzulul Quran selenggarakan dalam rangkaian safari Ramadhan Panitia Amal Ramadhan di Masjid Fadlul Wahid BTN Matoa, Kota Sentani, Kelurahan Dobonsolo, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura.

Kegiatan ini diisi dengan tausyiah Ustadz Muhammad Syarif, Lc, dari Alumni Yaman.

Turut hadir Wakil Bupati Jayapura Giri Wjayantoro, Asisten I Bidang Pemerintahan Umum Setda Kabupaten Jayapura, Wakapolres Jayapura Kompol Iip Syarif Hidayat, unsur Forkompimda, sejumlah Kepala OPD dan puluhan jamaah Masjid Fadlul Wahid BTN Matoa.

Bantuan dari Pemerintah Kabupaten Jayapura, yang diserahkan langsung oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Umum Setda Kabupaten jayapura, Abdul Rahman Basri, S.Sos, M.KP. (Irfan/HPP)

Materi tausyiah dari Ustadz Muhammad Syarif, Lc, disampaikan dengan sedikit candaan naun tetap serius menghidupkan suasana, dimana materi tausyiah juga dengan mudah diserap pendengarnya.

“Nuzul Quranan ini kalau dipretelin dari segi bahasa, Nuzul artinya turun. Sedangkan Alquran artinya kitabnya Allah SWT, tak kala digabung artinya. Turunnya Alquran, dimana turunnya Alquran, diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW, yang diwahyukan lewat malaikat Jibril AS, untuk menjadi hudan atau petunjuk dari Allah untuk seluruh ummat yang ada di dunia ini,” ujar Ustadz Muhammad Syarif, Lc, ditemui usai kegiatan menyampaikan, Jumat (1/6) sore.

Ustadz Muhammad Syarif juga menjelaskan, peringatan Nuzulul Quran, bertujuan untuk menggugah masyarakat khususnya umat Islam di Kabupaten Jayapura agar kiranya tumbuh rasa kecintaan kepada Allah SWT dengan cara aktivitas ibadah jangan ditinggalkan, terutama shalatnya terlebih lagi tarawih dan witirnya.

“Karena tarawih dan witir dalam setahun hanya sebulan, terutama lagi baca Alquran. Karena kebanyakan kita ini lebih sibuk dengan dunia kita terutama handphone (HP) kita, sehingga ketinggal semua aktivitas ibadah,” kata Ustadz Muhammad Syarif kepada Harian Pagi Papua, Jumat (1/6/2018) lalu.

Ustadz Muhammad Syarif juga mengimbau,  kepada masyarakat khususnya ummat Islam di Kabupaten Jayapura, untuk meningkatkan ibadah kepada Allah SWT.

Semoga dari peringatan Nuzulul Quran dan peringatan-peringatan yang lain menjadikan warga yang ada di Kabupaten Jayapura menjadi generasi Qurani terutama yang muda, kita harus ingat kepada kematian. Maka persembahkan ibadah terbaik untuk Allah, maka banyak-banyak minta ampun dengan cara beribadah, ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Jayapura Giri Wijayantoro dalam sambutannya menyampaikan, permohonan maaf atas ketidakhadiran Bupati Jayapura Mathius Awoitauw karena ada tugas diluar daerah.

Lanjut Wabup Giri juga menyampaikan, Peringatan Nuzulul Quran, kita harus menjadi orang yang lebih memaknai yakni, pandai mengaji dan juga pandai mengkaji. Jangan cuma pandai mengaji, tapi tidak bisa mengkaji. Artinya, kita betul-betul agama itu perlu perbuatan nyata, bahwa saya orang beragama atau saya orang yang menjauhkan diri dari kekacauan,.

Dengan adanya peringatan Nuzulul Quran ini, kita harus lebih memaknai kedalam dan tidak boleh gampang marah. Apalagi kita sebagai orang yang beragama, tidak bisa mengendalikan emosi kita dan tidak bisa mengendalikan perasaan kita. Artinya didalam Alquran itu isinya berupa nasihat dan doa, kalau butuh nasihat ya buka Alquran, buka kitab sucimu. Karena disitu hampir semua kitab suci itu adanya nasihat-menasehati, imbuhnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here