Pemilukada Papua Tahun 2018 :   Polda Papua Netral

0
543
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol A.M Kamal, dan Ketua FJPI Papua, Yuliana Lantipo saat memberikan keterangan pers di Media Center Polda Papua belum lama ini. (Paul / HPP)
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol A.M Kamal, dan Ketua FJPI Papua, Yuliana Lantipo saat memberikan keterangan pers di Media Center Polda Papua belum lama ini. (Paul / HPP)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA)  –   Kapolda Papua Irjen Polisi Boy Rafli Amar menyatakan netral dalam Pilkada Papua yang akan diselenggarakan pada 27 Juni 2018. Hal ini ia tegaskan untuk menyikapi beredarnya meme dalam bentuk karikatur dengan gambar dirinya bersama tiga orang jurnalis perempuan di media sosial, sehingga membuat publik bertanya-tanya tentang posisi kepolisian dalam Pilkada Papua.

Dalam karikatur yang beredar, terlihat wajah Boy Rafli bersama tiga pengurus Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Papua menunjukkan dua jari yang sebenarnya dalam arti simbol perdamaian atau victory. Namun di buat meme oleh oknum seolah-olah bentuk dukungan pada pasangan tertentu di posting media sosial miliknya.

Diketahui, seorang pemilik akun facebook dengan inisial BG dalam satu postingannya menuding Kapolda Papua sebagai tim sukses dari salah satu pasangan calon (paslon) gubernur Papua. Di momen yang berbeda, seorang pemilik akun facebook berinisial PAJ juga memposting ulang karikatur tersebut, sehingga viral dan memunculkan berbagai persepsi atau pun pertanyaan para netizen.

“Kami menindaklanjuti postingan di akun facebook berinisial BG bahwa itu hoax, karena telah menyampaikan bahwa Kapolda Papua ternyata tim sukses. Meme itu pun bukan produksi kami,” tegas Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol A.M. Kamal saat memberikan keterangan pers di Media Center Polda Papua, Kamis (31/5) lalu.

Kamal menuturkan, pihaknya terkejut atas meme yang sempat viral di media sosial itu, sehingga langsung ditindaklanjuti dengan membuat meme balasan yang menyampaikan bahwa gambar itu bukan produk yang dikeluarkan Polda Papua, disertai cap hoax.

Sementara itu, Ketua FJPI Papua, Yuliana Lantipo menjelaskan, karikatur tersebut sebenarnya merupakan sebuah draf yang dimasukkan dalam grup tertutup FJPI Papua untuk dikoreksi, sebelum diberikan kepada Kapolda Papua sebagai buah tangan atas kehadiran Boy Rafli dalam kapasitasnya sebagai undangan pembicara dalam diskusi yang digelar FJPI pada 25 Mei lalu. Hanya saja, lanjut Yuliana, FJPI Papua menyayangkan karikatur ini sudah beredar di media sosial dan mengkait-kaitkan dukungan terhadap salah satu Paslon yang bertarung pada Pilkada Gubernur Papua.

“Karikatur ini sebenarnya hadiah untuk Pak Kapolda Papua, setelah kegiatan diskusi yang kami lakukan pada 25 Mei 2018 yang membahas tentang jurnalis yang meliput daerah rawan konflik Pilkada Papua. Makanya, FJPI Papua menggambarkan jurnalis meliput Pilkada Damai dengan keamanan dari pihak kepolisian,” terang Yuliana Lantipo.

Perempuan yang akrab dipanggil Yulan ini meluruskan, bahwa sama sekali tak ada keterlibatan maupun pembicaraan tentang dukungan terhadap kedua Paslon gubernur Papua. Dikatakan, Jurnalis konsisten di jalur netral, dan ingin Pilkada Papua berjalan dengan damai dan sukses. ”Kami juga meminta maaf kepada Kapolda Papua atas ketidaknyamanan ini,” harapnya.

Yulan menambahkan, pihaknya akan mendiskusikan lebih lanjut di internal FJPI tentang bagaimana langkah yang diambil selanjutnya terhadap oknum yang membuat FJPI merasa dirugikan atas penyalahgunaan karya karikatur milik FJPI, dengan  tambahan kata yang menjelekkan citra FJPI dan juga Kapolda Papua dalam karikatur tersebut.

Perlu diketahui, dalam Pasal 28 UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri menyatakan bahwa Polri bersikap netral dalam kehidupan politik dan tidak melibatkan diri pada kegiatan politik praktis serta tidak menggunakan hak memilih dan dipilih. Kemudian, disebutkan juga bahwa anggota Polri dapat menduduki jabatan di luar kepolisian setelah mengundurkan diri atau pensiun dari dinas kepolisian. (Paul / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here