Ibu Yanni : Gerindra Bidik Tokoh Potensial Jadi Caleg

0
1394
Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Papua, Yanni, SH. Rambat/HPP)
Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Papua, Yanni, SH. ISTIMEWA)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Papua, Yanni, SH mengatakan, saat ini Partai Gerindra Provinsi Papua berupaya untuk membidik para tokoh, baik adat, agama, masyarakat maupun pemuda untuk menjadi bakal calon anggota legislatif (Caleg) yang dipersiapkan menghadapi Pemilihan Legislatif (Pileg) Tahun 2019.

 

Meski demikian, Yanni mengakui jika Partai Gerindra memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat secara umum untuk mendaftar sebagai bakal caleg pada Pileg 2019.

 

Bahkan, Partai Gerindra yang sebelumnya telah membuka pendaftaran bakal caleg sampai 25 Mei 2018, kini kembali membuka untuk pendaftaran gelombang II.

 

“Ya, kita berikan kesempatan seluasnya bagi siapa saja yang tertarik menjadi bakal caleg untuk mengabdi melalui Partai Gerindra, baik di DPR RI, DPR Papua maupun DPRD kabupaten/kota. Kami membuka pendaftaran tahap II yang akan segera kami umumkan melalui media massa,“ kata Yanni.

 

Diakui, secara khusus, Yanni juga telah menghubungi beberapa tokoh untuk menjadi caleg Partai Gerindra dalam Pileg tahun 2019.

 

“Saya pun menelpon mereka yang berpeluang jadi caleg, semua kenalan. Saya telepon kembali pak Fredy Numbery yang waktu lalu beliau mendaftar caleg DPR RI, apakah kali ini mau mencalonkan kembali. Saya juga telepon banyak tokoh-tokoh Papua. Ternyata responnya luar biasa,“ kata Yanni.

 

Bahkan, pihaknya berharap tokoh-tokoh agama ikut mendaftar, karena juga Gerindra juga butuh seperti sosok pemuka agama ada di Gerindra, ada DPR Papua untuk bisa menyampaikan pesan-pesan dan penyeimbang, apalagi pemikiran yang mengejukkan.

 

Soal kuota bakal caleg perempuan 30 persen, Yanni optimis jika Partai Gerindra mampu memenuhinya. Bahkan, bisa saja lebih karena Partai Gerindra jauh hari telah mempersiapkannya.

 

Apalagi, dari sisi kepengurusan, Partai Gerindra pada 29 kabupaten/kota di Papua, hampir ketua – ketua DPC Partai Gerindra 50 persen adalah kaum perempuan.

 

“Ketuanya perempuan, tentu kita harus memperhatikan itu keikutsertaan dan keberpihakan dalam Pileg tahun 2019.  Kita berharap perempuan juga jangan manja, tidak boleh kaum laki-laki mengalah. Kita harus bersaing dari segi kualitas. Kita harus mampu bersaing dan menunjukkan bahwa mereka tidak kalah dengan kaum laki-laki,“ paparnya.

 

Ditambahkan, pada Pileg tahun 2019, bertepatan dengan Pilpres, sehingga Partai Gerindra yang menjadi salah satu partai yang mempunyai calon Presiden, maka pihaknya terus menggemakan calon presiden tersebut dan ganti presiden dari Partai Gerindra.

 

“Jadi, tentu ini suatu tantangan dan memang Gerindra Provinsi Papua harus bekerja ekstra untuk mendapatkan lebih banyak,“ imbuhnya. (bat/ab / Koran Harian Pagi Papua)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here