Pelajar SMPN 5 Arso Diingatkan Hindari Bahaya Narkoba dan HIV-AIDS

0
23
Wakil Kepala Sekolah SMPN 5 Arso, Ibu Heni M Simarmata, S.Pak. mengucapkan, terimakasih kepada Tim Kesehatan dari Satgas Yonif 121/MK yang telah bersedia memberikan penyuluhan tentang bahaya Narkoba dan HIV/AIDS kepada siswa-siswinya. Tampak Suasana Penyuluhan di sekolah tersebut. (Pendam)

KEEROM (LINTAS  PAPUA)  –  Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 121/MK memberikan penyuluhan kesehatan tentang bahaya Narkoba dan HIV-AIDAS kepada siswa-siswi SMPN 5 Arso yang berada di Kampung Wonorejo Distrik Mannem Kabupaten Keerom Provinsi Papua, Selasa kemarin (29/05/2018).

 

Satgas Yonif 121/MK menilai perlu kiranya memberikan penyuluhan sejak usia dini kepada putra putri bangsa tentang bahaya yang disebabkan oleh Narkoba dan HIV/AIDS agar dapat memahami bahaya yang mengintai apabila terjerumus kedalamnya.

 

Dalam kesempatan ini Satgas Yonif 121/MK menurunkan Tim Kesehatan dari Satgas Yonif 121/MK yaitu Letda Ckm dr. Agus Pigur dan didampingi oleh 2 orang anggota kesehatan lainnya yaitu Serka Herliansyah dan Kopda Suhariono.

Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 121/MK memberikan penyuluhan kesehatan tentang bahaya Narkoba dan HIV-AIDAS kepada siswa-siswi SMPN 5 Arso yang berada di Kampung Wonorejo Distrik Mannem Kabupaten Keerom Provinsi Papua, Selasa kemarin (29/05/2018). (Pendam)

 

Dalam ceramahnya dr. Agus Pigur dan timnya memaparkan tentang bahaya Narkoba yang dikonsumsi tanpa ada ijin dan pengawasan dari dokter yang dapat mempengaruhi susunan syaraf pusat pemakainya.

 

Selain itu, efek yang ditimbulkan berpengaruh terhadap fisik dan psikologi, dimana efek fisik dapat dapat berupa angguan pada system syaraf, gangguan pada jantung dan pembuluh darah, gangguan pada kulit.

 

“Gangguan pada paru-paru, sering sakit kepala, mual-mual dan muntah, murus-murus, suhu tubuh meningkat, pengecilan hati, dan insomnia, gangguan terhadap kesehatan reproduksi, serta gangguan fungsi seksual, gangguan terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan antara lain perubahan periode menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe /tidak haid,” lanjutnya.

Sedangkan efek psikologi yang dapat ditimbulkan dari penyalahgunaan Narkoba antara lain kerja lamban dan ceroboh, sering tegang dan gelisah, hilang rasa percaya diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga, agitatif.

“Menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal, sulit berkonsentrasi, perasaan kesal, dan tertekan, cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri,” ungkapnya.

 

Selanjutnya dalam ceramah bahaya HIV/AIDS tim memaparkan tentang akibat yang timbul dari penyakit tersebut yaitu : infeksi TBC (Tuberkolosis), tipes. infeksi Herpes, radang kulit, meningitis (radang selaput otak), kanker, penyakit neurologis dan gagal ginjal.

 

Selain itu juga para siswa siswi SMPN 5 Arso diberikan pemahaman-pemahaman tentang bagaimana menghindari keterlibatan terhadap Narkoba dan HIV/AIDS, hidup sehat serta menghindari pergaualan yang mengarah kepada seks bebas.

 

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh para guru dan wakil kepala sekolah SMPN 5 Arso.

 

Untuk itu wakil kepala sekolah SMPN 5 Arso, Ibu Heni M Simarmata, S.Pak. mengucapkan, terimakasih kepada Tim Kesehatan dari Satgas Yonif 121/MK yang telah bersedia memberikan penyuluhan tentang bahaya Narkoba dan HIV/AIDS kepada siswa-siswinya.

“Kami berharap siswa-siswi mereka dapat memahami serta menghindari agar tidak terjerumus pada Narkoba maupun terhindar dari penyakit HIV/AIDS,” harapnya menutup pembicaraan. (Pendam)