Freeport  – Uncen : Semangat Kemitraan Bantu Rakyat Papua Menjadi Sejahtera

1
721
talkshow berjudul Kemitraan Multi Pihak untuk Pembangunan Berkelanjutan di Papua yang diselenggarakan Universitas Cenderawasih Partnership-ID. (ISTIMEWA)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA)   — Rektor Universitas Cenderawasih (Uncen) Apolo Safanpo menyampaikan, bahwa semangat kemitraan akan menjadi jalan untuk mencapai kesejahteraan rakyat Papua.

menurutnya semua pihak di Papua harus memahami dan menjalankan konsep kemitraan dengan baik untuk mencapai tujuan bersama yaitu kesejahteraan bagi rakyat Papua.

“Melalui kemitraan dan kolaborasi yang baik maka berbagai potensi yang dimiliki Papua bisa dikembangkan menjadi aktivitas konkret yang akan memajukan untuk menjadi besar dan mencapai tujuan bersama,” ujar Rektor Universitas Cenderawasih, Apolo Safanpo, pada talkshow berjudul Kemitraan Multi Pihak untuk Pembangunan Berkelanjutan di Papua yang diselenggarakan Universitas Cenderawasih Partnership-ID.

 

Acara yang dilaksanakan di Auditorium Rektorat Universitas Cenderawasih tesebut dihadiri oleh berbagai stakeholder pembangunan Papua dari pemerintah daerah, perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Papua, akademisi serta mahasiswa.

Vice Presiden Corporate Communication PT Freeport Indonesia, Riza Pratama yang turut memberikan sambutan dalam talkshow tersebut mengamini pesan Rektor Apolo. Menurut Riza kemitraan yang dijalankan dengan baik adalah modal untuk Papua lebih maju lagi.. (ISTIMEWA)

“Talkshow ini penting dalam mencapai tujuan bersama dengan jalan kemitraan dan kolaborasi untuk mencapai tujuan nasional yaitu masyarakat yang sejahtera. Dalam membangun Papua, pendekatan kemitraan ini menekankan masyarakat Papua yang harus berdaya, karena tidak mungkin orang lain yang membuat masyarakat Papua sejahtera. Rakyat Papua harus berdaya dan orang lain membantu sebagai mitra,” papar Apolo.

Sementara itu, Vice Presiden Corporate Communication PT Freeport Indonesia, Riza Pratama yang turut memberikan sambutan dalam talkshow tersebut mengamini pesan Rektor Apolo. Menurut Riza kemitraan yang dijalankan dengan baik adalah modal untuk Papua lebih maju lagi.

“Freeport menyadari bahwa kemitraan sangat penting untuk mendorong kesejahteraan rakyat Papua serta mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan yg diidamkan. Dulu, ketika kami datang mulai bekerja di Papua pada tahun 1967 tak ada mitra lain yang bisa diajak bekerjasama. Kami membangun sendiri sesuai apa yang kami anggap perlu.

 

Aktivitas Karyawan PT Freeport. (http://ptfi.co.id/id)

Dijelaskan, bahwa pihaknya membangun berbagai sarana dan infrastruktur seperti klinik, rumah sakit dan sekolah. Ketika akhirnya mulai ada mitra yang bisa diajak berkolaborasi.

“Kami membangun kemitraan. Berdasarkan pengalaman, tanpa peran serta dan partisipasi aktif pemangku kepentingan dalam program, hasil yg dicapai menjadi tidak maksimal dan berdampak pada efektivitas program,” papar Vice Presiden Corporate Communication PT Freeport Indonesia Riza Pratama.

Riza juga menjelaskan,  bahwa sejak lama Freeport Indonesia mengadopsi konsep pembangunan berkelanjutan sebagai bagian integral operasi perusahaan. Menurutnya kontribusi Freeport dimaksudkan menjadi stimulus bagi pembangunan yg berkelanjutan dan bukan sekedar hibah.

“Kesejahteraan masyarakat dan perlindungan lingkungan di Papua adalah merupakan tanggungan jawab semua pihak. Untuk itu menjadi penting memahami lebih dalam tentang kemitraan yang lebih setara. Sharing mengenai kemitraan ini bisa membuka mata kita mengenai sedikit dari sangat banyak kemitraan yang ada di Papua. Tentunya ke depan kita berharap lebih banyak lagi sharing yang dilakukan dan menjadi inspirasi kita untuk membangun Papua yang lebih baik dan lebih sejahtera,” terang Riza.

Pendiri Partnership-ID, Erna Witoelar yang memberikan keynote speech pada talkshow ini menyampaikan bahwa pembangunan Papua akan mendaatkan manfaat dengan kemitraan multi-pihak berbasis sustainable development goals (SDGs).

“Konsep kemitraan ini inheren dalam konsep SDGs. Dalam proses pembentukan SDGs tersebut maka dunia usaha yang sangat aktif melakukan berbagai perubahan. Karena perusahaan-perusahan yang bagus tidak mau lagi hanya berbicara mengenai bicara profitnya sendiri saja, namun perusahaan juga bicara mengenai prosperity dan peace,” terang Erna. (Fransisca / LintasPapua.com)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here