Festival Danau Sentani 2018 : Melarang Gunakan Burung Cenderawasih Jadi Hiasan Kepala

0
375
Ilustrasi Masyarakat adat dalam sebuah FESTIVAL DANAU SENTANI tahun - tahun sebelumnya. (Amazing Papua Facebook)
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, saat diwawancara. (Irfan /Koran Harian Pagi Papua)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E, M.Si, meminta pihak panitia pelaksana Festival Danau Sentani (FDS) ke-XI tahun 2018 untuk tidak membolehkan lagi penggunaan hiasan kepala (mahkota) dari burung Cenderawasih Asli yang sudah diawetkan pada iven wisata tahunan yang akan digelar pada tanggal 19 hingga 23 Juni 2018 nanti.

Selain itu juga, Mathius meminta kepada masyarakat Kabupaten Jayapura agar tidak menggunakan mahkota dari burung Cenderawasih asli yang sudah diawetkan tersebut.

 

 

“Saya setuju kalau hiasan kepala atau mahkota dari burug Cenderawasih asli tidak boleh digunakan lagi dalam iven FDS XI tahun 2018 ini. Supaya burung Cenderawasih ini tetap dilindungi dan punah akibat di buru setiap hari untuk dijadikan hiasan kepala,” kata Bupati Mathius kepada wartawan, di Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, pekan lalu.

Ilustrasi Masyarakat adat dalam sebuah FESTIVAL DANAU SENTANI tahun –
tahun sebelumnya.
(Amazing Papua Facebook)

 

 

Menurut Mathius, hiasan kepala atau mahkota dari burung Cendrawasih hanya pantas digunakan oleh kepala suku, Ondoafi. Karena mahkota Cenderawasih ini merupakan atribut kehormatan.

 

 

“Apalagi nasyarakat biasa sudah kita imbau untuk gunakan burung Cenderawasih yang imitasi dan tidak boleh yang asli. Kecuali untuk Kepala Suku atau Ondoafi, karena itu atribut kehormatannya. Tapi, sekarangkan inikan banyak orang menggunakan itu mahkota Cendrawasih itu secara sembarangan dan mengaku sebagai Ondoafi atau Kepala Suku, sehingga hal itu yang harus ditertibkan,” tukasnya.

 

 

Selain itu, Bupati Mathius juga menegaskan bahwa sudah ada surat edaran terkait pelarangan penggunaan mahkota Cenderawasih asli yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Papua, yang wajib dilaksanakan oleh semua komponen masyarakat.

Ilustrasi Festival Danau Sentani (David Maturbongs‎ Facebook)

 

 

“Jadi, apa yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Papua itu berlaku untuk semua orang dan harus kita ikuti aturan tersebut. Karena pemerintah provinsi tidak mempunyai masyarakat, yang punya itukan pemerintah Kabupaten/Kota,” tegasnya diakhir wawancara. . (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)