Anggota DPR Papua Kursi Otsus Siap   Dorong Proteksi dan Pengembangan Pangan Lokal

0
473
John NR Gobai, Anggota DPR Papua, saat diwawancara. dalam sebuah kesempatan lainnya. (Rambat/HPP)
John NR Gobai, saat diwawancara. (Rambat/HPP)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA) – Anggota DPR Papua, John NR Gobai mengatakan bahwa pihaknya akan mendorong sebuah regulasi untuk memproteksi dan mengembangkan pangan lokal di Papua.

 

“Ya, perlu regulasi untuk proteksi dan pengembangan pangan lokal Papua,“ kata John NR Gobai usai Hearing Public Bersama Solpap dan Mama-mama Pedagang Papua di Pasar Mama-mama Papua, akhir pekan kemarin.

 

Dalam kegiatan hearing publik bertemakan ‘Perlindungan dan Pengembangan Pangan Lokal di Papua‘ itu, menurut John Gobai, berdasarkan Undang Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, terutama pasal 1 disebutkan bahwa kedaulatan Pangan adalah hak negara dan bangsa yang secara mandiri menentukan kebijakan pangan yang menjamin hak atas pangan bagi rakyat dan yang memberikan hak bagi masyarakat untuk menentukan sistem pangan yang sesuai dengan sumber daya lokal.

 

Untuk itu, kata John Gobai, pangan lokal merupakan pangan baik yang bersumber karbohidrat, protein, vitamin dan mineral yang perlu upaya meningkatkan jumlah populasi dan meningkatkan juga pemanfaatan, perbaikan mutu, pengadaan produk serta perlu mengadakan sosialisasi dan promosi pangan lokal.

 

Dalam kesempatan itu, John Gobai berharap agar orang asli Papua, jangan terus bergantung dengan bantuan-bantuan pemerintah yang membuat orang asli Papua malas bekerja seperti masyarakat selalu mengharapkan contoh beras raskin atau beras sejahtera (rastra) dan melupakan yang lokal seperti ubi, keladi, potem sukun, bete, singkon, pisang, sayur sayuran, buah-buahan,  peternakan lokal, perikanan lokal serta hasil danau dan hasil dari laut serta pangan lokal lain di Papua perlu digali kembali seperti  leluhur dalam mengelola potensi pangan lokal di Papua.

 

“Untuk itu,  kami akan mendorong regulasi daerah untuk proteksi dan pengembangan pangan lokal yang tentunya akan melindungi petani, nelayan dan peternak serta pedagang asli Papua,“ jelasnya.

 

Salah seorang pedagang, Gerfasia Mote mengeluh jika setelah ia pindah dari pasar lama ke pasar baru yang dibangun Presiden Jokowi, karena pembeli minim.

 

“Setelah kami pindah, ternyata pembeli minim dan pendapatan kami berkurang. Ini bisa mengurangi uang untuk biaya sekolah anak-anak, begitu juga untuk kebutuhan hidup sehari-hari,“ katanya.

 

Ia berharap Wali Kota Jayapura memberikan perhatian terhadap para pedagang pasar mama-mama Papua tersebut.

 

Terkait keluhan pedagang itu, John Gobai mengaku akan siap menyampaikan hal itu kepada Wali Kota Jayapura dan GUbernur Papua. “Kami akan menindaklanjuti dengan menyampaikan aspirasi itu kepada Pemkot dan Pemprov Papua,“ imbuhnya..(bat / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here