Pace Tinus Pae fokus latihan. Sehari Jelang laga melawan Persebaya Surabaya, Persipura Jayapura jalani Official Training di Stadion Gelora Bung Tomo, Senin (28/05) Pagi. (Foto Syaiful Ahmad Paembonan – Persipura Official Facebook)

SURABAYA  (LINTAS  PAPUA) – Big Match Persipura dan Persebaya berjalan seru dalam lanjutan Kompetisi Gojek Liga 1 Bersama Bukalapak yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Selasa, (29/05/2018) tadi malam.

 

Sejak wasit Toriq Alkatiri meniup pluit tanda pertandingan dimulai kedua tim langsung tampil menyerang ke jantung pertahanan masing-masing. Tuan rumah Persebaya lebih dulu membuka serangan-serangan berbahaya ke jantung pertahanan Persipura yang dikawal oleh Ricardo Salampessy.

 

Ricky Kayame maupun Ferinando Pahabol sering membuat repot pertahanan Persipura dimenit-menit awal. Pertandingan itu berjalan seru karena kedua tim sama-sama memberikan perlawanan menarik.

 

Persipura juga memiliki beberapa kali peluang emas yang seharusny bisa berbuah gol. Namun sayang peluang tersebut masih saja gagal di manfaatkan.

 

Imanuel Wanggai saat latihan bersama pemain Persipura lainnya. Sehari Jelang laga melawan Persebaya Surabaya, Persipura Jayapura jalani Official Training di Stadion Gelora Bung Tomo, Senin (28/05) Pagi. (Foto Syaiful Ahmad Paembonan – Persipura Official Facebook)

Wasit harus mengeluarkan beberapa kartu kuning di babak pertama, Dede Sulaiman mendapatkan kartu kuning dimenit ke-27 setelah menahan bola terlalu lama. Ricardo Salampessy ditarik keluar menit ke 30 digantikan Imanuel Wanggai. Muhamad Tahir diganjar kartu kuning menit 32 setelah  mengganjar Ricky Kayame.

 

Persipura unggul duluan melalui Hilton Morera pada menit 60 babak pertama. Hilton mampu melepaskan diri dari kawalan pemain belakang Persebaya memanfaatkan umpan friska Womsiwor. Namun, keunggulan mutiara hitam tidak berlangsung lama.

 

Persebaya mampu menyamakan kedudukan pada menit ke 64 melalui kaki pemain belakang Fandri Imbiri. Mantan pemain Persipura berhasil menceploskan bola kegawang Dede Sulaiman  setelah melepaskan diri dari kawalan pemain belakang Persipura.

 

Jalannya Perandingan

 

Persipura berhasil menekan barisan pertahanan Persebaya pada menit-menit awal babak pertama. Beberapa peluang emas berhasil diciptakan namun gagal dikonversi menjadi gol. Boas Solossa yang sempat terlepas dari perangkap off side Persebaya gagal mencetak gol, meski tinggal berhadapan dengan penjaga gawang.

 

Sebaliknya Persebaya yang diperkuat mantan pemain Persipura seperti Ruben Sanadi, Fery Pahabol, Fandri Imbiri, Yance Kayame baru menemukan pola permainan mereka pada media babak pertama. Namun, peluang emas yang diproleh Ferry Pahabol dan kawan kawan juga gagal menjadi gol. Babak pertama berakhir tanpa gol .

 

Memasuki babak kedua, Pelatih Piter Butler  mencoba merubah pola permainan dengan meracik, Ricardo Salampessy digantikan Imanuel Wanggai. Serta Boas Solossa digantikan Marcel Sacramento . Upaya ini cukup efektif  dan Persipura mengusai jalannya pertandingan dan berubah manis dengan gol yang diciptakan oleh Hilton Morera.

 

Persebaya yang tidak ingin malu didepan publicnya sendiri juga melakukan beberapa pergantian. Sama dengan Persipura, berselang empat menit dari gol Persipura, Persebaya mampu menyamakan kedudukan. Fandri Imbiri yang sebenarnya berposisi sebagai pemain belakang namun ‘naik” dan mencetak gol.

 

Yang menarik, Fandri melakukan selebrasi yang seakan meminta maaf atas gol yang baru saja ia ciptakan. Sebelum memutuskan ke Persebaya ia adalah mantan pemain PON Papua dan Persipura. (geis/mas/ab / KORAN HARIAN PAGI PAPUA)