Setelah Serui, Lanjut Biak Untuk Program Kampung KB BKKBN Papua

0
684
Pimpinan BKKBN Papua, dalam sebuah kegiatan. Giat Dalam Membangun Kesehatan Masyarakat melalui Program Kampung KB di Papua. (ISTIMEWA)
Kepala Badan Kependudukan dan Kaluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Papua, Sarles Brabar (Eveerth Joumilena /LintasPapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Tidak henti hentinya BKKBN Provinsi Papua mengkampyekan, pentingnya KB tidak membatasi jumlah anak, merencanakan keluarga dan mempersiapkan masa depan anak, yang Sudah dilaksanakan pencanangan kampung KB di Serui tanggal 15-17 Mei 2018.

 

Hal ini di sampaikan Kepala BKKBN Provinsi Papua, Charles Brabar SE M.Si., kepada media di ruang kerjanya di Kotaraja, Senin (28/5/2018), sekaligus menjelaskan, bahwa kegiatan yang sama akan dilanjutkan kembali pada tanggal  6 – 8 Juni 2018 di Kabupaten Biak.

 

“Penerapan program di kampung KB sebagai icon miniatur Kependudukan, memberikan pemahaman program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di tingkat Kabupaten/Kota, serta program kesehatan,” ujar Kepala BKKBN Provinsi Papua, Charles Brabar.

Pimpinan BKKBN Papua, dalam sebuah kegiatan. Giat Dalam Membangun Kesehatan Masyarakat melalui Program Kampung KB di Papua. (ISTIMEWA)

Diakui,  bahwa  yang Baru-baru ini dikerjakan bulan ini di Kepulauan Yapen, yakni  10 kampung di salah satu  distrik di  Serui wilayah selatan, yakni melaksanakan Komunikasi, Edukasi, Informasi (KIE) yang bertujuan untuk membebaskan masyarakat dari masalah stanting (kurang gizi) juga menerapkan prilaku hidup sehat.

Charles mengatakan,  akan melanjutkan agenda pencangan kampung KB bulan Juni 2018 di kepulauan Biak, yakni  yang saat ini  dikembangkan rekan-rekan BKKBN di Kepulauan Padaido, satu Distrik Aimando.

“Sebagai Tuan rumah, kampung keluarga berencana, disinilah kesempatan deputi BKKBN RI berdialog bersama masyarakat, juga akan meresmikan di satu wilayah bersama Bromsi sebagai pusat kegiatan, salah satu percontohan kampung KB nantinya,” jelas Kepala BKKBN ini.

 

Charles Brabar mengungkapkan,  bahwa pencanangan kampung KB Melalui banyak proses dan survei terlebih dahulu.

“Sebelumnya melakukan pendekatan agar masyarakat bisa berpartisipasi, menjadi satu moment supaya masyarakat bisa berdialog bersama BKKBN, agar masyarakat punya pemahaman kedepan, memberdayakan generasi Muda untuk menatap masa depan lebih baik, apa yang mereka inginkan kita harus akomodir dan BKKBN menyampaikan apa yang mereka harus dengar dari pemerintah,” tandasnya. (Fransisca)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here