Bank Indonesia  :  Kebutuhan Uang Hari Raya Idul Fitri di Papua Capai  Rp. 3 triliun

0
821
Foto Bersama saat buka puasa bersama anak anak panti asuhan Pondok Pesantren Al-Payage, di kantor Bank Indonesia Provinsi Papua. (Fransisca)
Foto Bersama saat buka puasa bersama anak anak panti asuhan Pondok Pesantren Al-Payage, di kantor Bank Indonesia Provinsi Papua. (Fransisca)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provisi Papua, menjelaskan kesiapan memenuhi kebutuhan uang tunai menjelang Idul Fitri 1439 H, di kantor Bank Indonesia Provinsi Papua, Senin(28/5/2018).

 

Dalam kesempatan tersebut, sekaligus buka puasa bersama anak anak panti asuhan Pondok Pesantren Al-Payage, di kantor Bank Indonesia Provinsi Papua.

 

Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Papua, Joko Supratikto mengatakan, bahwa kesiapan Bank Indonesia Provinsi Papua dalam menyediakan dana pada hari Raya Idul Fitri tahun ini.

Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Papua, Joko Supratikto mengatakan, bahwa kesiapan Bank Indonesia Provinsi Papua dalam menyediakan dana pada hari Raya Idul Fitri tahun ini. (Fransisca /LintasPapua.com)

“Kami sudah menerima masukan dari berbagai Bank di seluruh Papua, juga melakukan survei kebutuhan uang di bandingkan kebutuhan tahun lalu. Sesuai  masukan perbankan seluruh wilayah Papua sekitar kebutuhan dana untuk tahun ini Rp 3 triliun, kita mempunyai uang lebih dari 3,5 triliun,”ungkapnya.

 

Pada kesempatan ini,  Joko  menyampaikan,  bahwa Bank Indonesia siap melayani kebutuhan Papua akan uang baru.

Selain Buka Puasa Bersama, Bank Indonesia juga berbagi sedekah dan bantuan kepada masyarakat yang hadir dan langsung kepada Pondok Pesantren tersebut. (Fransisca)

“Bank Indonesia perwakilan Papua siap melayani masyarakat yang membutuhkan uang pecahan kecil, untuk kegiatan sosial dan lain-lain. layanan penukaran uang bersih dari pecahan kecil ada di Bank swasta maupun BUMN di seluruh Papua, tanpa di pungut biaya, mulai 4 Juni 2018. BI akan melakukan kas keliling dari kota dan Kabupaten.”katanya.

 

Joko menambahkan,  kondisi keuangan di Papua, sekaligus menyampaikan Oprasional BI selama libur Idul Fitri dan cuti bersama.

Pimpinan Pondok Pesantren dan Pimpinan Bank Indonesia, saat bersalaman. (Fransisca)

“Biasanya ada kegiatan ekonomi yang bertambah ada fenomena uang palsu (PILKADA), Namun tahun ini kita hanya menemui 35 lembar uang palsu, pada PILKADA tahun ini, kami tidak melihat dampak peningkatan uang palsu. BI libur hari Raya Idul Fitri dan cuti bersama 11-18 Juni 2018, kami buka pada 19-20 Juni 2018 melayani kliring dan layanan perbankan lainnya,” ungkapnya.

 

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan uang tunai, mainan anak, paket sembako, dan baju lebaran secara simbolis dari pihak BI kepada panti asuhan pondok pesantren Al-Payage Jayapura, di tutup dengan kegiatan buka puasa bersama. (Fransisca)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here