Pemkab  Jayapura  Berangkatkan  45   Peserta Menuju  Holyland Yerusalem

0
772
Peserta perjalanan wisata rohani ke tanah suci Yerusalem ini mulai diberangkatkan pada tanggal 25 Mei 2018 lalu dan kembali ke tanah air pada tanggal 5 Juni 2018. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)
Peserta perjalanan wisata rohani ke tanah suci Yerusalem ini mulai diberangkatkan pada tanggal 25 Mei 2018 lalu dan kembali ke tanah air pada tanggal 5 Juni 2018. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

SENTANI (LINTAS PAPUA)  –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura memberangkatkan 45 orang yang terdiri dari tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan dan beberapa staf Aparatur Sipil Negara (ASN) yang beragama Nasrani untuk melakukan wisata rohani (Holyland) ke tanah suci Yerusalem. Pemberangkatan wisata rohani tersebut merupakan perhatian Pemkab Jayapura terhadap pembinaan umat beragama.

Ketua Tim Rombongan Perjalanan Wisata Rohani, Pdt. Jerri Fransisco Suebu, S.Th.,  mengatakan, kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Jayapura dalam hal ini Bupati Jayapura untuk memberangkatkan para peserta wisata rohani ke tanah suci Yerusalem ini sangat bijaksana. Karena di Kabupten Jayapura ini, dikatakannya, telah ditetapkan sebagai daerah zona integritas kerukunan umat beragama.

“Dimana pada tahun 2018 ini, bapak Bupati telah mengambil kebijakan yang sangat bijaksana dengan memberangkatkan perjalanan umroh bagi umat Islam ke tanah suci Mekkah dan juga memberangkatkan peserta perjalanan wisata rohani bagi umat Kristiani ke tanah suci Yerusalem,” ujar Jeffran,  sapaan akrabnya dalam rilisnya kepada wartawan harian ini sebelum bertolak ke Yerusalem, Jumat (25/5/2018) pekan lalu.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura memberangkatkan 45 orang yang terdiri dari tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan dan beberapa staf Aparatur Sipil Negara (ASN) yang beragama Nasrani untuk melakukan wisata rohani (Holyland) ke tanah suci Yerusalem. Pemberangkatan wisata rohani tersebut merupakan perhatian Pemkab Jayapura terhadap pembinaan umat beragama. (Irfan/HPP)

Menurutnya, Bupati Jayapura tidak memihak kepada satu agama saja. Tetapi, beliau mengambil kebijakan yang sangat bijaksana dengan memberangkatkan perjalanan umroh bagi umat Muslim ke tanah suci Mekkah dan memberangkatkan peserta perjalanan wisata rohani bagi umat Kristiani ke tanah suci Yerusalem.

“Jadi, tujuan pemberangkatan perjalanan rohani ini tentunya untuk meningkatkan kerukunan umat beragama. Supaya sesama antar umat beragama ini bisa saling menghargai, saling mengasihi dan menjaga kedamaian di Kabupaten Jayapura,” tuturnya.

Dan secara khusus, kami umat Nasrani sangat berterima kasih kepada bapak Bupati yang telah memberangkatkan sebanyak 45 orang terdiri dari tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan dan beberapa staf pegawai di lingkup Pemkab Jayapura, ucapnya.

Berdasarkaan informasi yang diperoleh wartawan harian ini, peserta perjalanan wisata rohani ke tanah suci Yerusalem ini mulai diberangkatkan pada tanggal 25 Mei 2018 lalu dan kembali ke tanah air pada tanggal 5 Juni 2018. (Irfan  / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here