Ajak Jaga Papua Tanah Damai, PHRI Papua  Gelar Buka Puasa Bersama Anak Yatim

0
683
BAGI SEDEKAH.“Mari kita menjaga Papua ini tanah damai, agama ini akal sehat, teroris itu oknum, karena antara agama dan teroris itu bebeda, harapan kami dengan adanya buka bersama ini terjadi kebersamaan, rukun antara sesama.”ujar Syahrir Hasan, pemilik Hotel Sahid Papua ini.
Ketua umum BPD PHRI, Syahrir Hasan menyampaikan, harapan dan tujuan kegiatan buka puasa ini mempersatukan masyarakat di Jayapura, menangkal terorisme. (Fransisca /LintasPapua.com)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA –  Badan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel  dan Restauran Indonesia (BPD PHRI) Provinsi Papua, menggelar buka puasa bersama, Dihadiri sekitar 500 undangan dan anak Yatim di wilayah Jayapura., di Hotel Sahid Entrop Jayapura, Minggu(27/5/2018).

 

 

Ketua umum BPD PHRI,  Syahrir Hasan menyampaikan,,  harapan dan tujuan kegiatan buka puasa ini mempersatukan masyarakat di Jayapura, menangkal terorisme.

 

“Mari kita menjaga Papua ini Tanah Damai, agama ini akal sehat, teroris itu oknum, karena antara agama dan teroris itu bebeda, harapan kami dengan adanya buka bersama ini terjadi kebersamaan, rukun antara sesama., ujar pemilik Hotel Sahid Papua ini.

 

Kemudian Syahrir dalam kesempatan buka puasa ini berpesan untuk bersama sama memberdayakan masyarakat Papua  dalam Bidang Pariwisata.

BAGI SEDEKAH.“Mari kita menjaga Papua ini tanah damai, agama ini akal sehat, teroris itu oknum, karena antara agama dan teroris itu bebeda, harapan kami dengan adanya buka bersama ini terjadi kebersamaan, rukun antara sesama.”ujar Syahrir Hasan, pemilik Hotel Sahid Papua ini.

“Dalam Bidang pariwisata kita PHRI akan berupaya membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua sebab potensi pariwisata alamnya masih luas, di wilayah masing-masing, seperti danau, laut, pantai gunung di Papua, tidak hanya Festival, namun ada tindakan selanjutnya setelah Festival.” Setelah itu Syahrir bersama keluarga menyerahkan sedekah kepada anak Yatim yang hadir dalam buka puasa bersama.

Dalam kesempatan tersebut,  pengurus Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Papua mengungkapkan tingkat hunian (okupansi) hotel saat Ramadhan 1439 Hijriah mengalami penurunan hingga 20 persen.

“Kalau sebelum Ramadhan rata-rata okupansi mencapai 70 persen, tapi saat Ramadhan jadi 50 persen karena banyak kegiatan pemerintah ditunda,”   kata Ketua Umum PHRI Papua.

Kemudian Syahrir dalam kesempatan buka puasa ini berpesan untuk bersama sama memberdayakan masyarakat Papua dalam Bidang Pariwisata.. Suasana Saat Bagi Sedekah. (Fransisca /LintasPapua.com)

Dikatakan, bahwa turunnya tingkat hunian tidak serta merta diikuti penurunan pendapatan karena pada momen Ramadhan banyak pihak, baik pemerintahan, BUMN atau pun swasta, melakukan aktifitas buka puasa bersama di hotel.

“Tingkat hunian hotel akan membaik usai Ramadhan karena kegiatan pemerintahan diyakini akan kembali normal,  dalam hal ini  penurunan Okupansi tidak hanya terjadi di Papua, tetapi hampir di seluruh Indonesia.

Hal tersebut selalu terjadi tiap Ramadhan dan pihak perhotelan mengantisipasinya dengan membuat promo-promo buka bersama dan khusus tahun ini akan ada momentum Piala Dunia 2018.

Sahril menambahkan, biasanya tiap momen penyelenggaraan Piala Dunia selalu dimanfaatkan pihak perhotelan untuk membuat acara “nonton bareng” karena peminatnya cukup banyak dan dapat meningkatkan pendapatan.

Hanya saja, ia mengingatkan kepada para pengurus hotel yang ingin menggelar kegiatan “nonton bareng” untuk mengurus izin kepada pihak yang memegang lisensi komersilnya dan aparat keamanan.

Suasana Kegiatan Buka Puasa Bersama. Penceramah saat berbuka puasa bersama BPD PHRI, Ustad Usnah Abdullah,  menyampaikan Pesan Tausiah agar masyarakat Papua dapat tetap menjaga toleransi dan kebersamaan yang  sudah terjalin selama ini (Fransisca /LintasPapua.com).

 

Sementara itu, Penceramah saat berbuka puasa bersama BPD PHRI, Ustad Usnah Abdullah,  menyampaikan Pesan Tausiah agar masyarakat Papua dapat tetap menjaga toleransi dan kebersamaan yang  sudah terjalin selama ini.

 

 

“Islam itu kekeluargaan, Islam mengajarkan berkasih sayang sesama manusia, apalagi di Jayapura ini terbiasa dengan rapikan barisan beranekaragaman menjaga kebersamaan, toleransi agar kita keberkahan , harus mendukung penuh program pemerintah kota karena tujuannya baik. Jadikan Jayapura ini sebagai rumahku rumahmu adalah surga kita bersama.”ujarnya.  Setelah itu, Ustad Usnah memimpin doa buka puasa bersama. (Fransisca)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here