Pemkab Jayapura Minta RT/RW Mendata Warga Baru

0
389
Pegawai HoreX Hotel Sentani saat membagikan Takjil kepada Sopir taxi Argo. (Irfan/HPP)
Suasana Buka Puasa Bersama dan Dzikir Bersama di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Anwar, yang dihadiri Wakil Bupati Jayapura Giri Wijayantoro dan Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon, SH., S.IK., MH., M.Si. (Irfan/HPP)

SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk&KB) Kabupaten Jayapura, Drs. Derek Timotius Wouw, M.Si, mengingatkan,  agar seluruh Kepala Kampung serta Ketua RT dan RW se-Kabupaten Jayapura untuk saling berkoordinasi dan mengimbau apabila ditemui adanya warga baru yang berada di wilayahnya untuk segera melapor.

Hal tersebut dikatakannya saat menghadiri acara pelantikan dan pengambilan sumpah janji Kepala Kampung Nendali Wemried Wally, di Aula Kantor Kampung Nendali, belum lama ini.

Misalnya di Kampung Nendali inikan ada di depan kota dan di depan pinggiran jalan. Maka Kepala Kampung melalui RT/RW, kita minta saling koordinasi agar apabila ada waga baru untuk segera melapor. Segera minta warganya untuk lapor kalau ada warga lain yang mencurigakan, dan hal ini harus kita waspadai sedini mungkin, mengingat aksi-aksi terorisme dan radikalisme yang telah terjadi belakangan ini, ujarnya.

Ditambahkannya, bahwa dirinya sangat menginginkan agar Kabupaten Jayapura ini selalu dalam kondisi yang kondusif. Dirinya juga meminta, kepada Ketua RT dan RW untuk segera menertibkan semua penduduk yang keluar-masuk di kampung, agar dapat meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan seperti kejadian di luar sana itu tidak terjadi di kampung.

Ketua MUI Papua, Toni Wanggai bersama Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, saat menghadiri pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad S.A.W. di SMK YPKP Sentani, Selasa (20/3/2018) pagi.

Selain itu, Timotius menyampaikan, bahwa pihaknya meminta setiap tamu atau warga baru berkunjung itu wajib lapor 2×24 jam kepada RT/RW. Apabila ada masyarakat yang dengan sengaja tidak memberikan laporan terkait adanya warga yang baru datang atau tamu itu perlu ada teguran langsung dsri RT/RW. Sebab, bisa disinyalir mereka juga ikut kerjasama ketika peristiwa itu terjadi, ujarnya.

Selai itu, Tambah Timotius, pendataan warga itu penting, siapa tahu ada buronan tindak pidana, teroris atau bahkan mencegah masuknya para pekerja di bawah umur yang biasanya menyasar ke sektor informal.

Kita minta kepada  ketua RT/RW untuk memberikan laporan dari semua perkembangan penduduk yang keluar-masuk di kampung, tukasnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here