Dari Kampanye Pilgub Papua JWW-HMS di Timika  : Didukung 7 Kepala Suku

0
608
Pernyataan dan dukungan yang diberikan kepada pasangan JWW - HMS. (Tim Josua)
Pernyataan dan dukungan yang diberikan kepada pasangan JWW – HMS. (Tim Josua)

TIMIKA (LINTAS PAPUA) – Tujuh Kepala Suku di Kabupaten Mimika memberikan dukungan kepada pasangan calon Gubernur Papua Nomor Urut 2, John Wempi Wetipo dan Habel Melkias Suwae (JWW-HMS) atau dikenal dengan JOSUA dengan tagline “Papua Cerdas” dalam pemilu 27 Juni 2018 mendatang.

Ratusan warga hadir dalam kampanye tertutup pasangan JWW  HMS itu, masyarakat dengan semangat mendengarkan  visi dan misi yang disampaikan Calon Gubernur JWW dan Calon Wakil Gubernur HMS .

Dengan lantang JWW membeberkan hasil Debat Pilgub ke-2 yang berlangsung di Jayapura pada Selasa (22/5) lalu.  Dimana JWW memaparkan perbandingan apa yang dilakukan kedua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua semasa mereka menjadi Bupati dikabupaten masing-masing, Lukas Enembe sebagai mantan Bupati Puncak Jaya, Klemen Tinal sebagai mantan bupati Mimika dan Habel Melkias Suwae sebagai mantan bupati Jayapura  dan Jonh Wempi Wetipo sebagai Bupati Jayawijaya (non aktif).

Apa yang sudah dibuat  Lukas Enembe selama jadi bupati Puncak Jaya, Apa yang dilakukan Klemen Tinal selama jadi bupati Mimika dan Apa yang dilakukan HMS selama jadi Bupati Jayapura dan saya sekarang masih Bupati Jayawijaya, selama saya jadi Bupati sudah 4 kali Presiden datang ke Jayawijaya untuk melihat dan meresmikan apa yang saya bangun, tegas JWW yang mendapat sambutan tepuk tangan dari hadirin.

JWW juga menjelaskan visi dan misi pasangan Josua itu, tentang Papua Cerdas dan Papua berpendapatan pasti serta Papua damai.   Ketika Tuhan menghendaki kami menjadi pemimpin Papua kami akan lakukan apa yang sudah kami buat dalam visi misi kami. Ini akan kita lakukan, karena dana Otsus ada untuk melakukan semua itu, tegasnya.

Pernyataan ke tujuh kepala suku itu disampaikan dalam kampanye terbatas pasangan JOSUA yang dilaksanakan di Gedung Keuskupan Mimika, Jumat (25/5) siang.

Sesuai dengan visi dan misi yang dipaparkan pasangan JOSUA, kami Pusat Kendali Masyarakat Pengunungan Tengah Papua yang merupakan persatuan dari 7 suku yang ada di Mimika, menginginkan bahwa dalam pemerintah Papua harus berjalan bersama-sama dengan Adat dan Agama.

John Wempi Wetipo, dalam sebuah kegiatan kampanye. (ISTIMEWA)

“Kami tau gubernur dan wakil gubernur sebelumnya anak adat juga, tetapi hal itu tidak dilakukan, jadi dari visi dan misi pasangan JWW-HMS yang sudah disampaikan tadi kami melihat bahwa mereka menghendaki Adat dan Agama menjadi satu dengan pemerintah untuk membangun Papua, sehingga apa yang kami harapkan bisa dipenuhi oleh pasangan JWW-HMS, maka kami dari kepala Suku mendukung pasangan nomor 2 ini untuk memimpin Papua 5 tahun ke depan” ujar  Daud Nigime.

Dari ke 7 suku yang memberikan dukungan kepada Pasangan JWW-HMS yaitu Amugme, Moni, Nduga Damal, Ekari, Mee dan Komoro ditambah dua kepala suku Saireri dan Anihma serta wilayah adat Papua Barat ada kepala suku memberay .

“Kami semua para kepala suku ini menyatakan sikap mendukung pasangan nomor 2 JWW-HMS untuk gubernur dan wakil gubernur Papua,” tandasnya.

JWW – HMS bersama masyarakat adat Papua, maju sebagai calon pemimpin Negeri Cenderawasih, siap membangun dengan moto Papua Cerdas. (ISTIMEWA)

Alasan utama untuk memberikan dukungan kepada pasangan nomor 2 ini karena visi dan misi yang diusung JWW-HMS ada kesamaan dengan visi dan misi Lembaga Adat yaitu untuk mengangkat harkat dan martabat orang Papua serta untuk menjadikan orang Papua tuan di negeri sendiri.

“Yang kami lihat  dalam visi misi pasangan JWW  HMS membawa perubahan di tanah ini untuk kesejahteraan orang Papua,” tambah Sekjen Lembaga Adat dan Pusat Pengendali Masyarakat Adat Papua Tengah di wilayah Timika, Wilson Songgonau.

Hal yang sama diungkapkan Kepala Suku Komoro di Timika, Timotius Sami, menurutnya di Timika Lembaga Adat sangat serius untuk mencari figure pemimpin yang baik untuk membangun negeri Papua, Pemimpin yang jujur, sehat jasmani dan rohani dan takut Tuhan dalam penggunaan dana Otsus.

Ketua tim pemenangan JWW-HMS Kabupaten Waropen, Marcus Mauri mengakui jika simpati masyarakat terhadap HMS diakui sangat baik. (Tim Josua)

“Jadi pasangan calon gubernur JWW-HMS kami sangat mendukung, karena visi menciptakan keamanan bagi rakyat.   Kita tahu selama ini Timika banyak pembunuhan perang suku, kenapa ini terjadi karena pemerintah tidak pernah melihat rakyat dan menyelesaiakan masalah yang terjadi. Orang Papua harus cerdas, harus pintar supaya tidak ada lagi perang. Kami sudah bosan dan capek dengan perang, karena perang hanya membunuh orang Papua, kami harus aman dan damai,” tegas Timotius.

Timotius juga meminta kepada JWW dan HMS supaya ciptakan Timiki ini aman dan damai, karena ketika damai maka semua pelayanan masyarakat akan berjalan baik. Itu harapan kami suku Komoro, kata Tomotius Sami Kepala Suku Komoro di Timika.

Demikian juga diungkapkan, Marten Umaleng dari Kepala Suku Banti, Tembagapura,  masyarakat sudah sadar kalau kemiskinan yang terjadi bagi orang asli Papua akibat dari saling membunuh.   Jadi setelah dibentuk lembaga Adat 7 kepala Suku yang ada di Mimika, seluruh kepada suku telah sepakat untuk wilayah Timika menjadi wilayah damai, tidak lagi mau perang. Karena perang yang terjadi selama ini membuat orang papua yang ada di Mimika yang punya tambang emas ini miskin, kata Natan.

Jadi semua kepala suku yang ada di Timika, sudah sepakat harus bersatu untuk membangun bersama seluruh masyarakat dari 7 kepala suku dan suku-suku lain yang ada di wilayah Timika.  Tidak boleh lagi ada konflik, karena konflik yang menyebabkan permusuhan dan kematian banyak orang.

“Setiap tahun Mimika ini tidak pernah aman dan damai, meskipun ada arapat keamanan tetapi tidak pernah aman, jadi sekarang sudah sepakat semua suku di Timika akan mendukung JWW HMS menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, karena mereka berdua menjanjikan kemanan bagi seluruh rakyat Papua,”  tambahnya. (Tim Josua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here