Selain Papua, Papua Barat juga Resmi Tuan Rumah PON 2020

0
16
Penjabat Gubernur Papua,  Soedarmo bersama Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan disaksikan Ketua Umum KONI  Pusat,  Tono Suratman dan Wakil Ketua III DPR Papua Barat, menandatangani Kesepakatan Papua Barat sebagai salah satu tuan rumah PON Papua 2020. (ISTIMEWA)
Penjabat Gubernur Papua,  Soedarmo bersama Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan disaksikan Ketua Umum KONI  Pusat,  Tono Suratman dan Wakil Ketua III DPR Papua Barat, menandatangani Kesepakatan Papua Barat sebagai salah satu tuan rumah PON Papua 2020. (ISTIMEWA)


MANOKWARI (LINTAS PAPUA) – 
Provinsi Papua Barat akhirnya disepakati resmi menjadi salah satu tuan rumah pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 bersama provinsi Papua.

Kesepakatan itu setelah dilakukan penandatanganan oleh Penjabat (Pj) Gubernur Papua, Soedarmo dan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, dengan disaksikan langsung ketua Umum Koni Pusat Tono Suratman, Wakil Ketua Umum Koni Pusat Soewarno, Kapolda Papua Barat, Pangdam Kasuari dan sejumlah pihak terkait lainnya, Jumat (25/05) malam di Manokwari.

Hadir pula dalam kesempatan kesepakatan Papua Barat Sebagai tuan rumah PON 2020 itu, antara lain Sekum KONI Papua, Kenius Kogoya, Kadisorda Papua Yusuf Yambe Yabdi dan sejumlah pengurus KONI Papua dan Papua Barat lainnya.

Pj Gubernur Papua, Soedarmo sebelum penandatanganan kesepakatan mengatakan, dirinya menyetujui dan menyambut baik keinginan pemerintah provinsi Papua Barat agar dilibatkan menjadi tuan rumah PON tahun 2020.

“Tidak panjang lebar lagi kalau sudah ada seperti ini. Prinsipnya administrasi dalam waktu dekat bisa terlaksana sesuai waktu. Kami dari Papua harap dan dorong seluruh panitia agar penyiapan venues tepat waktu.

Papua dan Papua Barat juga memang harus kompak, jangan pisah. Pelaksanaan PON harus jadi satu antata Provinsi Papua dan Papua Barat. Agar bukan hanya dikenal seluruh masyarakat nusantara tapi juga internasional. Serta banyak keuntungan bukan hanya prestasi olahraga tapi pendapatan lainnya,” papar Soedarmo.

Dirinya juga mencontohkan, dari sisi ekonomi dimana akan banyak orang hadir di Tanah Papua diantaranya para atlet dan ofisial. Jadi akan banyak dana yang berputar di Papua dan Papua Barat. Sebagai Penjabat Gubernur sambut baik keinginan dan siap menerima Papua Barat bersama jadi tuan rumah PON ke XX tahun 2020,” pungkasnya.

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan dalam kesempatan yang sama mengatakan, masyarakat Papua Barat punya kerinduan yang sangat besar agar juga menjadi tuan rumah PON 2020. Untuk itulah bersama pihak terkait telah mengusulkan pada KONI Pusat dan berkomunikasi dengan pemerintah dan KONI Papua.

“Dan terakhir dari musyawarah luar biasa KONI Pusat, kami hadir dan sampaikan juga keinginan masyarakat di Papua Barat. Terutama pecinta olahraga,” terangnya.

Ilustrasi Sejumlah Atlet Papua perahi prestasi emas di PON XIX 2016 lalu di Jawa Barat . (Eveerth Joumilena / Koran Harian Pagi Papua)

Dirinya juga mengusulkan agar dalam pelaksanaan PON 2020 nanti, lima cabang olahraga alias Cabor untuk dipertandingkan di Papua Barat, masing-masing cabor Balap motor, Selam, Tenis Meja, Terjun Payung dan Sepak Bola.
“Kita sudah siapkan arenanya untuk cabor yang kita usulkan dipertandingkan di Papua Barat. Balap motor kita sedang bangun arena di Masni, Selam di Raja Ampat dan Sepakbola bisa memakai stadion milik Perseman. Bisa saja ada pool Sepakbola yang digelar di Papua Barat,” kata Dominggus Mandacan.

Resmi Tuan Rumah
Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman saat diwawancarai mengakui dengah penandatanganan kesepakatan itu, maka Papua barat juga resmi menjadi salah satu tuan rumah pagelaran PON XX tahun 2020. Apalagi, Dia menyebut, Papua Barat juga adalah bagian dari Papua.

“Hari ini kita hanya sepakati bahwa Papua Barat juga menjadi Sub PB PON 2020. Dimana cabor juga disepakati diantara 8-10 cabor digelar dsini. Sekarang bagaimana kita percepat persiapan dan pelaksanaan. Saya dan seluruh pengurus KONI Pusat yakin bahwa ini bisa terlaksana. Dengan harapan, semuanya sama-sama bekerja untuk suksesnya PON di Papua Barat,” ujarnya.

Dia tambahkan, untuk tahun ini proses persiapan dan renovasi venues akan dilakukan di Papua Barat.

“saya optimis karena tadi sudah lihat kesiapan semua aparat sipil maupun militer. Dan juga kami sudah kunjungi langsung venue disini yang hanya tinggal renovasi saja. Hanya sport center yang akan dibangun sesuai rencana Pemprov Papua Barat,” paparnya.

Disinggung terkait payung hukum pelaksanaan PON di Papua Barat, Tono Suratman menjawab Itu yang mendasari adalah dari niat bersama.

“Kalau semua sepakat dan nyata fasilitas itu ada, maka pemerintah Pusat akan menyetujui,” tuturnya.

Sementara Sekretaris Umum KONI Papua, Kenius Kogoya ditempat yang sama mengakui pihaknya di KONI prinsipnya tidak mempermasalahkan, karena adalah keputusan pemerintah provinsi dalam hal. Sebab, Menurut Kenius, PON adalah gelaran pemerintah dimana KONI hanya sebagai yang memfasilitasi.

Hanya saja, Kenius Kogoya mengakui sedikit terkejut dengan langsung dilakukannya penandatanganan kesepakatan tersebut.

“Sebenarnya kami juga kaget kalau hari ini langsung ada penandatanganan kesepakatan. Sebab, perjuangan tuan rumah PON itu bukan hal yang mudah. Kami hadir hari ini pikir hanya kordinasi tapi ternyata sudah tanda tangan MOU alias kesepakatan. Harusnya bisa diundur dulu supaya dari pihak  DPR Papua, MRP dan dari cluster yang sudah ditentukan itu, para Bupati atau kepala daerahnya juga tahu kalau ada pergeseran cabor dan mereka siap untuk lepaskan cabor itu,” paparnya.

“Tapi tadi sudah tandatangan kesepakatan dan kami dari pihak KONI juga tidak mendapatkan waktu berbicara. Tapi silahkan itu pemerintah sudah bersepakat antara Pemprov PAPua dan Papua Barat,” sambungnya.

Disinggung apakah ada pengurangan Cluster pelaksanaan PON 2020 di Papua, Kenius menyebut tak ada pengurangan, hanya saja cabang olahraganya yang berkurang.

Sebelum penandatanganan kesepakatan tersebut, juga diisi pemaparan diantaranya dari Kadisorda Papua Yusuf Yambe, Wakil Ketua Umum KONI Pusat, Soewarno, yang prinsipnya tidak mempermasalahkan atau menyambut baik keinginan Papua Barat Sebagai tuan rumah PON tahun 2020. (***)