Dua Penderita Ebola Tulari 50 di Gereja Kongo Sebelum Meninggal

0
342

JENEWA (LINTAS PAPUA)  –   Dua penderita Ebola, yang melarikan diri dari rumah sakit Kongo, pergi ke pertemuan doa dengan 50 orang lain, yang berpeluang tertular virus mematikan itu, kata pekerja bantuan pada Kamis.

Kedua penderita itu muntah-muntah dan menulari serta meninggal beberapa jam setelah pertemuan doa di kota pelabuhan Mbandaka, kata Dr Jean-Clement Cabrol, koordinator kesehatan darurat untuk Medecins Sans Frontieres (Dokter Lintas Batas).

Republik Demokratik Kongo berpacu untuk mengendalikan wabah penyakit itu, yang menyebar melalui sentuhan dengan cairan tubuh yang tertuar.

Kedua penderita itu menyelinap keluar dari bangsal isolasi di rumah sakit pada Senin malam.

“Pelarian itu direncanakan oleh keluarganya, dengan enam sepeda motor ketika penderita dalam keadaan sangat sakit dan tidak bisa berjalan,” kata Cabrol dalam jumpa pers di Jenewa pada saat kembali dari wilayah terdampak tersebut.

“Mereka dibawa ke ruang doa dengan 50 orang untuk berdoa. Mereka ditemukan pada pukul dua pagi, satu dari mereka meninggal dan satu lagi sedang sekarat. Jadi terdapat 50-60 kontak di sana. Para pasien berada di fase aktif dari penyakit, muntah-muntah,” katanya.

Penyakit langka tersebut menyebabkan demam, muntah dan diare. Rata-rata membunuh satu dari dua orang yang terinfeksi, tetapi deteksi dini dan pengembalian cairan tubuh dapat meningkatkan kemungkinan bertahan hidup.

Itu adalah wabah kesembilan Kongo sejak penyakit tersebut muncul pada 1976 dan menyusul wabah besar yang menyebar di luar kendali di Afrika Barat pada 2014-2016, ketika lebih dari 11.300 orang tewas di Guinea, Sierra Leone dan Liberia.

Petugas kesehatan pada minggu ini memulai kampanye dengan vaksin percobaan untuk melindungi petugas kesehatan. ((Antara / Reuters / HPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here