Pemprov Papua  Finalkan Kebutuhan Dasar Asmat

0
220
Pemerintah Kabupaten Asmat, juga langsung menangani masalah yang terjadI, dengan memberikan pertolongan kepada masyarakat yang terkena bencana. (ISTIEWA)
Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Bidang Perekonomian Pembangunan dan Kesejhateraan Setda Provinsi Papua, Dr. Ir. Noak Kapisa. (Erwin /HPP)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA)  –  Pemerintah Provinsi Papua memastikan telah memfinalkan kebutuhan dasar Kabupaten Asmat, untuk selanjutnya dilaporkan kepada Presiden Jokowi.

Laporan tersebut, selanjutnya akan dipakai sebagai acuan bagi pemerintah pusat, guna menurunkan sejumlah program kerja untuk peningkatan perekonomian daerah, pendidikan, kesehatan maupun infrastruktur.

“Sudah difinalkan (kebutuhan dasar Kabupaten Asmat) sesuai instruksi Presiden Jokowi. Setelah itu akan kita laporkan kepada Gubernur, untuk selanjutnya pimpinan bersama Bupati Asmat melaporkan langsung kepada Presiden,” terang Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Setda  Papua,  Noak Kapisa, kepada pers, Rabu (23/5/2018), di Jayapura.

Sementara dari hasil finalisasi tersebut, Noak mengatakan kebutuhan mendasar atau mendesak yang perlu dilakukan dalam jangka pendek adalah, penataan pemukiman, perbaikan sanitasi, serta penyediaan rumah sakit maupun bandara.

“Mengapa ada pembangunan bandara juga, sebab ternyata banyak sekali hasl pertanian kabupaten setempat seperti sagu, sayur dan juga perikanan bisa diangkat dan dijual ke luar”.

Ibu Negara, Iriana Jokowi, saat berjalan dan disambut meriah warga masyarakat Kabupaten Asmat. Pemerintahan Presiden Joko Widodo sangat serius membangun Asmat dan Papua umumnya. (Biro Pers Setpres)

“Bahkan kita kemarin ada pikiran untuk membuat program pertanian unggulan disana (Asmat,red). Mengapa, dengan begitu diharapkan perekonomian daerah setempat bisa terangkat. Dengan demikian, derajat hidup masyarakat setempat hingga perekonomiannya diyakini meningkat pula,” harapnya.

Pemerintah Kabupaten Asmat, juga langsung menangani masalah yang terjadI, dengan memberikan pertolongan kepada masyarakat yang terkena bencana. (ISTIEWA)

Presiden Joko Widodo sebelumnya telah memerintahkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk membiayai sejumlah pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut. Keputusan itu diambil Presiden pasca Kejadian Luar Biasa (KLB) campak dan gizi buruk yang menimpa kabupaten itu

Tak tanggung-tanggung, total ada 21 kabupaten infrastruktur yang telah dirancang untuk membangun Kabupaten Asmat dengan biaya sekitar Rp400 miliar. Diantaranya pembangunan jembatan, jalan, pemukiman, penyediaan air bersih mulai dari sumur bor, sumur air tanah hingga penampungan air. Kegiatan tersebut, dipastikan harus selesai dalam tahun ini.

Presiden Indonesia, Ir. Joko Widodo, saat mengunjungi Kabupaten Asmat, tampak dengan menggendong anak – anak asli daerah setempat. (Brio Pers Setpres)

“Bahkan kemarin salah satu tujuan dari kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Asmat setelah ke Jayapura, diantaranya untuk meninjau proyek infrastruktur yang sementara ini dikerjakan oleh Kementerian PUPR”.

“Dan untuk itu, kita mengapresiasi kepedulian pemerintah pusat dibawah pemerintahan Presiden Jokowi yang sangat memperhatikan wilayah pinggiran di Indonesia ini, lebih khusus Papua dan Asmat,” terang Bupati Asmat Elisa Kambu, di Jayapura, baru-baru ini. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here