OPD Diimbau Programkan Kegiatan Ibu dan Anak

0
294
Kegiatan pembukaan fasilitasi penguatan kapasitas kader posyandu dan PKK di Jayapura, Selasa, yang dibuka oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Sumber Daya Manusia, Anni Rumbiak . (Erwin /HPP)
Kegiatan pembukaan fasilitasi penguatan kapasitas kader posyandu dan PKK di Jayapura, Selasa, yang dibuka oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Sumber Daya Manusia, Anni Rumbiak . (Erwin /HPP)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA)  –  Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan pemerintah provinsi, diimbau memprogramkan sejumlah kegiatan yang diprioritaskan bagi ibu dan anak.

Hal demikian akibat kualitas standar kesehatan ibu dan anak di bumi cenderawasih, menjadi perhatian pemerintah provinsi untuk terus ditingkatkan melalui program organisasi perangkat daerah terkait.

“Karena itu, saya imbau agar perlu menjadi perhatian OPD terkait. Sehingga dimana mulai saat ini  dituangkan dalam program maupun kegiatan yang menyentuh dan dirasakan langsung manfaatnya oleh ibu dan anak,” kata Staf Ahli Gubernur Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Sumber Daya Manusia, Anni Rumbiak, pada pembukaan fasilitasi penguatan kapasitas kader posyandu dan PKK di Jayapura, Selasa (22/5).

Dia katakan, saat ini Provinsi Papua menempati urutan ke-3 teratas setelah Papua Barat dan Maluku Utara, terkait angka kematian ibu (AKI). Data tersebut merupakan laporan Dinas Kesehatan Provinsi Papua 2014.

Oleh karena itu, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Papua diharapkan mampu meningkatkan kerjasama , koordinasi maupun konsultasi dengan instansi terkait di kabupaten dan kota

Dilain pihak, turut berkolaborasi dan melakukan sinkronisasi guna mengeksekusi pelaksanaan program maupun kegiatan yang diselenggarakan. Sehingga dalam pemantauan monitoring dan evaluasi di setiap akhir program maupun kegiatan terkait kesehatan ibu dan anak, dapat terlaksana sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Apalagi adanya alokasi dana otonomi khusus sebesar 80 persen untuk kabupaten/kota dan provinsi sebesar 20 persen, menjadi perhatian kami dalam meningkatkan kualitas standar kesehatan ibu dan anak,” tuturnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Papua, Annike Rawar. (Erwin /Koran Harian Pagi Papua)

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Papua, Anike Rawar  mengharapkan melalui pertemuan itu dapat terlaksana evaluasi program-program yang telah dilakukan kader posyandu diantaranya di Kabupaten Biak, Nabire, Mimika dan Merauke.

Sementara dalam kegiatan itu, Pemerintah Provinsi Papua memberikan bantuan kepada masing peserta berupa selimut bayi, kompor timbangan, bayi serta beberapa peralatan lainnya. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here