Dilempar Batu, Gubernur Soedarmo  Mengaku Tidak Dendam dan Berharap Massa Pendemo Bisa Jaga Ketentraman  di Paniai

0
341
Penjabat Gubernur Papua, Soedarmo, saat diamankan ke Aula Kantor Bupati Paniai guna menghindari lemparan batu dari massa Yohanes Youw yang menolak Kepala Kesbang Pol Papua, Musa Isir dilantik sebagai Penjabat Bupati Paniai, Rabu (23/5), di Enarotali, ibukota kabupaten tersebut. (ISTIMEWA)
Penjabat Gubernur Papua, Soedarmo, saat diamankan ke Aula Kantor Bupati Paniai guna menghindari lemparan batu dari massa Yohanes Youw yang menolak Kepala Kesbang Pol Papua, Musa Isir dilantik sebagai Penjabat Bupati Paniai, Rabu (23/5), di Enarotali, ibukota kabupaten tersebut. (ISTIMEWA)

PANIAI (LINTAS  PAPUA)  –  Aksi anarkis dilakukan massa pendukung Yohanes Youw saat melakukan unjuk rasa menolak pelantikan Kepala Kesbang Pol Provinsi Papua Musa Isir, sebagai Penjabat Bupati Paniai, di Enarotali, Rabu (23/5) petang.

Selain melempari aparat keamanan yang sedang berjaga-jaga, massa juga menghujani rombongan Penjabat Gubernur Papua Soedarmo bersama Asisten Bidang Umum Setda Papua, Elysa Auri dengan batu.

Meski sempat diamankan ke Aula Kantor Bupati Paniai, Gubernur Soedarmo kembali keluar menemui para pendemo guna menjelaskan alasan pelantikan tersebut.

“Hari ini saya melakukan pelantikan penjabat bupati,  bukan karena kewenangan saya sebagai Gubernur. Tetapi perintah dari pimpinan, yaitu Menteri Dalam Negeri. Karena Yohanes Youw yang sebelumnya ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Paniai, sudah habis 16 April 2018”.

“Tidak ada disitu disebutkan sampai 23 Juni 2018. Jadi, saya tidak akan membohongi masyarakat semua. Saya  bukan pembohong,” seru dia dihadapan seluruh pendemo.

Soedarmo juga menjelaskan bahwa, sebagai pejabat yang ditunjuk pemerintah pusat memimpin Provinsi Papua, dirinya tidak akan mengambil keputusan yang nantinya akan merugikan masyarakat.

“Kalian masyarakat saya semua. Tidak mungkin saya merugikan,” jelas Gubernur yang disambut teriakan penolakan dari para pendemo.

Penjabat Gubernur Papua, Soedarmo mengaku, tak dendam dan berharap para pendemo dapat menjaga kedamaian dan ketentraman daerah Paniai. “Dan kalau tidak puas dengan pelantikan sekali lagi silahkan mengajukan ke pengadilan,” sebutnya. (ISTIMEWA)

Meski sudah menjelaskan alasan pelantikan selama hampir satu jam, massa pendemo tetap pada pendiriannya menolak tegas kehadiran Musa Isir sebagai Penjabat Bupati Paniai. Gubernur Soedarmo pun langsung bergegas meninggalkan pendemo.

Sementara disela-sela kunjungan tersebut, Soedarmo kepada pers tetap berharap masyarakat Paniai, lebih khusus massa pendukung Yohanes Youw agar dapat menerima keputusan itu. Sebab keputusan yang diambil berpijak pada aturan perundang-undangan yang berlaku.

Meski mendapat perlakuan anarkis, Soedarmo mengaku tak dendam dan berharap para pendemo dapat menjaga kedamaian dan ketentraman daerah Paniai. “Dan kalau tidak puas dengan pelantikan sekali lagi silahkan mengajukan ke pengadilan,” sebutnya.

Sebelumnya, Gubernur Soedarmo pun meminta mantan Wakil Bupati Paniai, Yohanes Youw agar legowo atau menerima kondisi tersebut.

“Saya minta tolong kepada Pelaksana Tugas Bupati Paniai, Yohanes Youw, bahwa yang bersangkutan waktunya sudah habis sejak 16 April 2018 lalu. Jadi, saya minta ada kesadaran untuk menerima keputusan tersebut,” harap dia. (Erwin / Kokran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here