Inilah Sekilas  Debat Publik  II Pemilihan Gubernur Papua :  JOSUA Cerdas,  LUKMEN  Yakin

0
960

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA)  – Debat publik ke II pilkada gubernur dan wakil gubernur Papua berlangsung menarik. Dua pasangan calon menunjukkan kelebihannya sebagai calon pemimpin Papua lima tahun kedepan. Pasangan JOSUA yang mengusung slogan Papua cerdas terlihat mendominasi dengan berbagai pertanyaan dan jawaban yang dilontarkan paslon Lukmen. Sementara Paslon Lukmen tampil dengan gaya yang tidak jauh berbeda dengan debat sebelumnya yaitu optimis menang dengan berbagai keberhasilan yang telah dicapai.

 

Kegiatan di selenggarakan oleh KPU Provinsi Papua yang berlangsung di Hotel Fave, Jalan Ahmad Yani, Kota Jayaputa di hadiri sekitar 150 orang, baik dari partai pengusung kedua kandidat, maupun Forkompinda Provinsi Papua, Selasa (22/5/2018).

 

Debat kandidat yang dihadiri kedua Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Lukas Enembe, dan Klemen Tinal, Pasangan Calon Nomor Urut 1. Serta John Wempi Wetipo dan  Habel Melkias Suwae,  Pasangan Calon No Urut 2, di Moderatori Widi Dwinanda.

 

Debat sesi pertama dalam penyampaian visi dan misi. Pasangan Lukas Enembe dan Klemen Tinal menyampaikan, visi misi dalam pencalonannya sebagai petahana akan melanjutkan visi misi yang sebelumnya yakni Papua Bangkit Jilid 2.

 

“Pondasi dasar bagi pemerintahan ini oleh karena itu dalam periode pertama masyarakat merasa belum puas dengan kerja kita, karena meletakkan pondasi bagi pemerintahan selanjutnya. Oleh karena itu sejak pertama dan tentu banyak perubahan yang dilakukan dalam pemerintahan ini cukup besar.  Banyak yang kita lihat permasalahan-permasalahan dari tahun ketahun bertumpuk sehingga untuk memenuhi ini harus pemerintahan kuat,” ujarnya.

 

Lalu penyampaian visi misi Paslon No Urut 2, John Wempi Wetipo menerangkan, dalam pencalonanya membawa Take Line  “Papua Cerdas” yang maknanya, agar terwujudnya masyarakat Papua yang cerdas damai berdikari dalam memenuhi kebutuhan dasarnya.

 

“Yang pertama adalah partisipasi warga negara yang tinggi yang kedua adalah supremasi hukum yang diterapkan oleh negara yang ketiga adalah baiknya transparansi penyelenggaraan pemerintahan,  yang keempat dalam respon yang baik dari aparatur sipil negara yang kelima adalah pengalokasian sumber daya daerah yang baik,  yang ke-6 adalah pertanggung jawaban pemerintah yang jelas dan 7 adalah memiliki visi pembangunan yang luas yang 8 tingginya orientasi terhadap tujuan bersama artinya untuk mensejahterakan rakyat Papua,” ungkapnya.

 

Lalu dalam menjalankan pemerintahan, Wempi Wetipo akan melakukan pemerintahan yang bersih dan terhindar dari korupsi kolusi dan nepotisme. “Kalau Papua ini mau baik, Papua ini mau bersih, Papua ini mau bisa dibangun dengan baik maka Pemimpin harus bersih,” katanya

 

Lalu dalan sesi kedua debat, dua orang guru besar yang di percayakan oleh penyelenggara pemilu, menyiapkan sebelas pertanyaan yang berbeda-beda kepada kedua kandidat. Kemudian sesi ketiga ada pertanyaan dari masyarakat yang disiapkan oleh penyelenggara pemilu, salah satunya bagaimana solusi bagaimana Orang Asli Papua mendapat biaya pendidikan ?

 

Wempi Wetipo yang mendapat kesempatan pertama menjawab mengungkapkan, dari visi misi Papua Cerdas, tentunya masalah peningkatan SDM menjadi program unggulan mereka, sehingga akan membebaskan bagi seluruh masyarakat Papua, mendapat pendidikan gratis di jenjang Starta Satu (S1) di 42 Peguruan Tinggi yang ada di Papua.

 

“Kami akan memberikan dana pendidikan gratis di semua perguruan tinggi di Papua dengan menyiapkan dana sebesar Rp 600 milyar maka itu, kami membangun program dengan Papua Cerdas walaupun dana otsus kurang, kami akan tetap berusaha mengelolah hasil bumi yang ada di Papua,” katanya.

 

Sementara Lukas Enembe mengatakan, program yang terdahulu akan terus dilanjutkan, walau APBD di Papua hanya Rp 5 Triliyun, tentunya melalui sumber daya alam yang kaya dapat menutupi anggaran program pendidikan.

 

Kemudian adanya pertanyaan tentang mengatasi masalah korupsi di pemerintahan ? Wempi Wetipo yang kembali menjawab pertama mengatakan, seorang pimpinan tentunya harus menjadi contoh bagi bawahannya. Maka dari itu pimpinan harus menunjukkan budaya yang adil dan jujur.

 

Sedangkan Lukas Enembe menjawab, APBD harus bersifat untuk umum  agar masyarakat dapat mengetahui dan dapat mengawasi setiap adanya dana yang disalurkan kepada masyarakat.

 

Dari pandangan media ini, ketika sesi tanya jawab diantara paslon saling adu argumen hingga terbawa emosional terjadi antara satu sama lain.

 

Salah satu yang menarik yakni, Lukas Enembe memberikan pertanyaan kepada JWW-HMS, yakni ketika mereka memimpin dua periode di kabupaten masing-masing, apa saja yang anda perbuat ?

 

Wempi Wetipo menjawab, selama kepemimpinannya di Kabupaten Jayawijaya sangatlah baik, mulai dari membina ASN hingga menghilangkan budaya korupsi di pemerintahannya.

 

Paslon Nomor 2 menjawab,  selama kepemimpinan saya selama 2 periode semenjak menjadi bupati Jayawijaya sngat baik dan tdk adanya  ASN yang melakukan korupsi dan itu akan saya terapkan apabila mnjdi kepala provinsi papua atau Gunernur.

 

Kemudian Lukas Enembe mengomentari, biarlah masyarakat yang menilai kinerja JWW-HMS. Lalu Wempi Wetipo menyangga dengan komentar,  selama 10 tahun masyarakat Jayawijaya sudah menikmati apa yang sudah di kerjakan.

 

Yang tak kalah seru, ketika Pasangan JWW-HMS menyampaikan pertanyaan kepada Pasangan LUKMEN, bagaimana cara mengatasi gizi buruk di Papua, khususnya di Asmat ?

 

Lukas Enembe menjawab, anggaran sudah jelas dana Otsus 80 persen sudah di serahkan kepada bupati di kabupaten kota, maka itu seharunya menjadi tanggung jawab untuk para Bupati dan Walikota agar mengelolah anggaran dengan ebih baik.

 

“Pertanyaan saya tidak sesuai dengan jawaban yang dimana diluar dari pertanyaan saya, yang dimana bagaimana menangani untukibu hamil dan gizi anak-anak Papua. Dimana saat terjadi gizi buruk di Asmat, Pasangan LUKMEM yang saat itu sebagai petahana tak pernah melihat langsung, sementara mata dunia saat itu ada di sana,” ungkap Wempi mengomentari jawaban Lukas Enembe.

 

Yang kemudian, Lukas Enembe menyangga, dengan kata-kata   para pemimpin bupati/kota agar bekerja dengan baik dan bertanggungjawab dalam mengelola anggaran untuk tidak terjadinya orang asli Papua meninggal sia-sia karena akibat gizi buruk.

 

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Musa Sombuk mengatakan pelaksanaan debat kandidat kedua yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Jayapura berlangsung tertib, aman, dan lancar.

 

“Debat kali ini lebih baik ketimbang debat pertama. Kedua kandidat sama-sama memaparkan visi dan misinya dengan jelas sehingga masyarakat yang menonton dan mendengarkan langsung dapat memilih calon pemimpin sesuai dengan pilihan hatinya,” kata Musa Sombuk kepada wartawan usai debat kandidat.

 

Sombuk menjelaskan, tema diskusi malam ini adalah membangun pemerintahan yang baik dan melayani. Intinya pelayanan kepada masyarakat, dan debat ini berlangsung cukup seru.

 

Kata Sombuk, untuk debat ketiga nantinya akan berlangsung di Jakarta pada tanggal 2 Juni 2018 yang akan disiarkan langsung oleh TVone.

 

“Semua debat yang khusus untuk proses Pilkada memang tidak ada kesimpulan. Artinya yang menilai adalah publik, tapi secara umum debat ini berjalan dengan baik,” paparnya. (jrp/ Koran Harian Pagi Papua))

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here