Pdt. Lucky Matui, S.Th :  Umat Kristen Harus Ciptakan Rasa Damai

0
87
Pdt. Lucky Matui, S.Th : Umat Kristen Harus Ciptakan Rasa Damai. (Tania/HPP)
Pdt. Lucky Matui, S.Th : Umat Kristen Harus Ciptakan Rasa Damai. (Tania/HPP)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA) –  Pdt. Lucky Matui, S.Th mengatakan, sebagai umat kristen harus bisa menciptakan rasa damai, damai untuk diri sendiri, sesama manusia, kota Jayapura harus bisa menciptakan rasa damai di tanah Papua.

 

Hal itu disampaikannya dalam acara Ibadah Perayaan Pentakosta ke II yang diikuti Jemaat se rayon  – C terdiri dari 20 anggota Jemaat yang dilaksanakan di Halaman Fakultas Kedokteran dan FKM Uncen Jayapura.

 

Dikatakannya, toleransi Pentakosta yang mengalami kesakitan harus di doakan agar bisa dipulihkan begitu juga dengan Indonesia, Papua, dan Kota Jayapura agar pesta demokrasi yang akan diselenggarakan pada tanggal 27 Juni mendatang bisa terlaksana dengan baik.

 

“Umat Kristen harus terpanggil untuk menciptakan rasa damai, kalau cinta kota ini, cinta Tuhan Yesus, cinta Papua, cintai sesama harus dimulai dari diri kita sendiri, apalagi saudara-saudari kita yang beragama Muslim saat ini sedang menjalankan ibadah puasa untuk menyambut bulan Suci Ramadhan, kita sebagai umat Kristen harus bisa menciptakan kedamaian,” katanya kepada wartawan usai pengelenggaraan Ibadah Perayaan Pentakosta ke II.

 

Ia menjelaskan, makna dari hari Pentekosta di tanah Papua bagi umat GKI yang ada di Port Numbay rayon C bahwa peristiwa pantekosta itu menjadi sebuah momentum sejarah tapi juga peristiwa yang sangat penting dalam memberikan dan memotifiasi setiap umat kristen untuk menciptakan rasa damai sebagai saksi kristus.

“Toleransi kita yang sedang mengalami kesakitan kita kembali menjadi umat kristen yang percaya pada tuhan yesus, bagaimana kita terpanggil untuk menciptakan rasa damai untuk semua saudara kita, roh hadir bukan hanya untuk satu orang, satu darah, dan bukan untuk daerah tertentu tapi menjadi inspirasi bagi suku-suku yang lain,” jelasnya.

 

Sementara itu, Ketua Panitia Ibadah Perayaan Pentakosta ke II,  Martinus Hutahaean mengatakan, kegiatan yang sama dilaksanakan setiap tahun, dan masing-masing gereja mendapat giliran.

 

“Hari ini tema kami konstekstual menonjolkan budaya di daerah masing-masing ada yang dari Jawa, Toraja, Batak, tetapi bukan berarti dari budaya itu ada perbedaan,  tetapi justru pencurahaan Roh Kudus itu bagi semua bangsa, kami dari suku yang berbeda tetapi di acara Perayaan Patekosta ke II ini kami perlihatkan bahwa kami satu didalam tuhan,” jelasnya.

 

Ia mengingatkan, manusia hidup harus bergandeng tangan dan berdamai, Bukan hanya itu saja sebagai umat kristen yang berhati mulia ia juga meminta harus merangkul saudara-saudarai yang non kristen untuk bersama-sama membangun kota Jayapura untuk kemuliaan Tuhan. (Tania / Koran Harian Pagi Papua)