Ibadah Pentakosta Ke-II Rayon C Klasis Port Numbay, Wali Kota BTM Ajak Umat Kristen Bangun Rumah Doa

0
306
Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM saat ibadah Pentakosta di Fakultas Kedokteran Uncen. (Elsye Sanyi / Koran Harian Pagi Papua)
Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM saat ibadah Pentakosta di Fakultas Kedokteran Uncen. (Elsye Sanyi / Koran Harian Pagi Papua)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Peringatan Hari Turunnya Roh Kudus kepada para Rasul oleh seleuruh warga jemaat Gereja Kristen Injili (GKI) atau Ibadah Pentakosta Ke-II Rayon C Klasis Port Numbay 2018 berjalan aman dan penuh hikmat. Dihadiri oleh ribuan jemaat yang terdiri dari para Aparatur Sipil Negara, pegawai swasta, tokoh adat, tokoh perempuan, nelayan, petani bahkan buruh, bertempat di Halaman Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih (Uncen) Distrik Abepura, Senin (21/5).

Wali Kota Jayapura DR. Benhur Tomi Mano, MM dalam sambutannya mengatakan Roh Kudus menuntun orang percaya kepada jalan kebenaran sehingga bisa hidup sesuai dengan kehendak Allah. Sehingga maksud utama Roh Kudus ada, yaitu untuk memungkinkan manusia hidup sesuai pikiran dan perkataannya, hal ini sesuai dengan keadaan makna berkomitmen memiliki gaya hidup yang baru sebagai umat Allah.

Dalam kesempatan itu, Mano menyampaikan lima pesannya kepada seluruh warga jemaat GKI yang ada diwilayah Kota Jayapura, diantaranya jangan lupa bangun rumah doa dalam keluarga dan tempat kerja, karena godaan iblis untuk berbuat kejahatan selalu mengintai kita setiap saat.

Kedua, lanjutnya, jangan pernah lupa memperkatakan Firman dalam setiap nafas hidupmu karena kita adalah saksi Tuhan.

“Ketiga, jadilah pembawa damai sejahtera Allah di mana saja saudara berada karena Tuhan sendiri adalah pembawa damai sejahtera. Dan keempat dapat hidup toleransi saling menghargai saling percaya dan bersatu dalam perbedaan serta keberagaman di kota Jayapura,” sambungnya.

Serta yang kelima, dipaparkannya agar para jemaat dapat menghargai dan memberikan rasa aman bagi saudara-saudara Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa. “Serta yakin dan Percayalah jika kita semua berkomitmen memberikan apa yang Tuhan inginkan, bukan suatu kemustahilan bagi peristiwa pantekosta sebagai hari pencurahan berkat-berkat Allah yang akan terjadi di Kota Jayapura dan akhirnya Kota Jayapura akan menjadi berkat untuk Papua dan Indonesia,” paparnya.

Adapun ibadah Pentakosta II mengusung tema Roh kudus memimpin untuk menjadi saksi, dan sub tema perayaan hari Pentakosta tahun 2018 menyatukan dan memimpin semua orang percaya dari segala suku bangsa untuk menjadi saksi perdamaian di tengah-tengah masyarakat bernegara, beradat dan bergereja demi kemuliaan nama Tuhan.(Elsye Sanyi  / Koran Harian Pagi Papua)