Dugaan Kasus Pencemaran Nama Baik JWW – HMS Masuk Tahap  Penyidikan

0
127
HMS bersama kuasa hukum saat melaporkan masalah tersebut ke Polda Papua. SEBELUMNYA/ (ISTIMEWA)
HMS bersama kuasa hukum saat melaporkan masalah tersebut ke Polda Papua. SEBELUMNYA/ (ISTIMEWA)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA)  –  Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, no Urut 2, John Wempi Wetipo-Habel Melkias Suwae (JWW-HMS), mendatangi Polda Papua untuk menindaklanjuti laporan dugaan pencemaran nama baik mereka di media social beberapa waktu lalu.

“Kehadiran kami atas panggilan penyidik. Tujuannya untuk membuat Laporan Polisi (LP) dan menandatangani beberapa berkas, yang berkaitan dengan pencemaran nama kami yang dilakukan oleh pemilik akun facebook Saly Maskat dan Panji Agung Mangkunegoro, yang sudah kami laporkan sejak bulan Maret 2018 lalu,” ungkap Wempi Wetipo, di Halaman Polda Papua.

Wempi Wetipo menegaskan, laporan dugaan pencemaran nama baik dirinya sudah masuk dalam tahap penyidikan.

Calon Wakil Gubernur Papua, Habel Melkias Suwae mengungkapkan pemanggilan ini guna menindak lanjuti laporan yang di sampaikannya ke Polda Papua. “Informasinya, dugaan pencemaran nama baik yang saya alami sudah tahap penyidikan,” katanya.

Habel menegaskan, melalui laporannya ke Polda Papua, menjadi pengalaman bagi masyarakat yang senang menggunakan media sosial, namun sesuka hatinya saja menyerang orang lain tanpa dasar bahkan merendahkan martabat.

“Saya laporkan kasus ini bukan karena dendam, ini adik-adik saya. Hanya saja, karena yang bersangkutan sudah menuding saya yang tidak-tidak, maka untuk membuktikannya, lebih baik dibawa ke ranah hukum,” lugasnya.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal mengungkapkan, JWW dan HMS adalah pelapor, sekaligus saksi korban dipanggil untuk menyempurnakan penyelidikan dugaan kasus pencemaran nama baik di media sosial oleh pemilik akun facebook Saly Maskat dan Panji Agung Mangkunegoro.

“Jadi laporan polisi ini tidak jalan ditempat, karena setiap saat perkembangan penyelidikan terus dilaporkan oleh penyidik kepada pimpinan,” katanya.

Kamal menegaskan, selama ini saksi-saksi satu persatu telah dimintai keterangan, agar mengetahui apa yang mereka perbuat apakah melawan hukum atau tidak. “Jadi kasus ini sudah tahap penyidikan. Kalau saat ini pelapor telah dimintai hadir ke Polda Papua, maka dalam waktu dekat ini diduga terlapor akan kita panggil,” paparnya. (Tim Josua)