Presiden Jokowi Ingatkan Keluarga Indonesia  Waspada Ajaran Radikalisme

0
334
Ketika memberikan sambutan pada Pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat Tahun 2018 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Sabtu 10 Maret 2018, Presiden Joko Widodo mengingatkan dua hal yang perlu diperhatikan dalam berpolitik. (Foto Kris / Biro Pers Sekretariat Presiden )
Presiden Indonesia, Ir. Joko Widodo, saat mengunjungi Kabupaten Asmat, tampak dengan menggendong anak – anak asli daerah setempat. (Brio Pers Setpres)

JAKARTA  (LINTAS PAPUA)  –  Presiden Joko Widodo mengingatkan kepada keluarga Indonesia untuk berhati-hati terhadap paham radikalisme yang dikembangkan sel-sel terorisme di Tanah Air.

“Saya hanya ingin mengingatkan, ideologi yang macam ini, telah masuk dalam sendi-sendi keluarga kita. Ini yang harus hati-hati di sini,” kata Presiden saat acara buka bersama di Istana Negara Jakarta, Jumat.

Kepala Negara mengatakan sebuah keluarga itu seharusnya membangun optimisme pada anak,tapi akan terjadi kebalikannya jika mengikuti ideologi terorisme.

Ketika memberikan sambutan pada Pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat Tahun 2018 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Sabtu 10 Maret 2018, Presiden Joko Widodo mengingatkan dua hal yang perlu diperhatikan dalam berpolitik. (Foto Kris / Biro Pers Sekretariat Presiden )

“Hilang semuanya karena keluarga itu mengikuti ideologi terorisme. Kita berharap jangan sampai keluarga Indonesia hancur karena ideologi ini,” harap Jokowi.

Dalam acara buka puasa bersama dengan Pimpinan Lembaga Negara, para Menteri Kabinet Kerja, tokoh Islam, pengurus KADIN, HIPMI ini Presiden mengungkap fenomena baru aksi terorisme yang melibatkan anak-anak di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur.

“Saya lihat langsung betapa hancurnya tubuh dua orang anak pelaku bom, tapi menurut saya ini korban juga yang bernama Pamela dan Fadilah, umur masih 12 dan sembilan tahun. Hancur semua tubuhnya tinggal sini ke atas,” ungkap Presiden.

Presiden juga menggambarkan kondisi anak yang jadi korban di Gereja, Nathan dan Eva yang masing-masing berumur 8 dan 12 tahun.

Kemudian di Polrestabes Surabaya, Aisyah (8) dan di Sidoarjo, korbannya masih dirawat, yakni Gafara (10) dan Faisal (11).

“Seharusnya mereka masih senang main di rumah, di gang. Seharusnya anak dalam posisi sekolah dan mungkin juga baru senang senangnya berkumpul bareng keluarga dan teman-temannya,” kata Presiden.

Terkait peristiwa ini, Kepala Negara menggarisbawahi terhadap kekejaman yang dilakukan para terorisme ini.

Untuk itu Presiden mengingatkan kepada seluruh undangan hadir dan semua lapisan masyarakat untuk tidak memberikan ruang kepada ajaran ideologi sesat, yaitu terorisme.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here