Makna Perayaan Hari Pentakosta

0
1375

Pantekosta atau Pentakosta?

Banyak orang yang bertanya mengapa ada Pentakosta ada Pantekosta, mana yang benar Pantekosta atau Pentakosta? Keduanya benar. Memang pada awal pergerakan  aliran Pentakosta di Indonesia sekitar tahun 1921, kala itu masih menggunakan ejaan Klinkert yang kemudian dlanjutkan dengan ejaan Melayu. Karena kemajuan yang pesat, pada 4 Juni 1924, pemerintah Hindia Belanda mengakui eksistensi “De Pinkster Gemeente in Nederlansch Indie” sebagai perkumpulan yang sah. Dan kemudian pada 4 Juni 1937, pemerintah meningkatkan pengakuannya kepada pergerakan Pantekosta menjadi persekutuan gereja,  berubah nama menjadi  Pinksterkerk –  in Nederlansh Indie. Pada zaman pendudukan Jepang tahun 1942, nama Belanda itu diubah menjadi “Gereja Pantekosta di Indonesia.” Dan nama itu digunakan organisasi gereja kita sampai sekarang. Bahkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sejak edisi terbitan 2007, kita tidak lagi menemukan kata Pentakosta, tetapi menjadi Pantekosta yang artinya: hari raya 50 hari sesudah Paskah untuk memperingati turunnya Rohulkudus. Nama Pentakosta atau Pantekosta sama saja, yang penting bagi kita adalah api Pantekosta yaitu urapanNya itu ada dalam kehidupan kita.

Roh Kudus memenuhi 120 murid di Yerusalem

Sebenarnya ada sekitar 500 orang yang menyaksikan Yesus naik ke surga pada sebuah bukit di Galilea dan mendapat pesan untuk menanti Roh Kudus dicurahkan di kamar loteng Yerusalem (1 Korintus 15:6). Namun dari 500 orang itu, mayoritas tidak  tidak mau penuh dengan Roh Kudus seperti yang tertulis dalam Kitab Suci.  Banyak orang yang puas hanya selamat dan menerima Roh Kudus tanpa dipenuhkan dengan Roh Kudus. Bahkan ada beranggapan saat percaya dan lahir baru kita sudah penuh dengan Roh Kudus. Memang ketika kita percaya, telah dimeteraikan dengan Roh Kudus (Efesus 1:13), namun belum dipenuhkan dengan Roh Kudus. Bahkan ada yang tidak mau lagi datang ke ibadah doa pencurahan Roh Kudus karena sudah pernah mengalami puluhan tahun lalu. Urapan Roh Kudus perlu setiap hari dibaharui dalam diri kita, bukan sebagai sejarah atau pengalaman masa lalu. Karena itu Yesus mengatakan bahwa untuk dipenuhkan dengan Roh Kudus tidak susah, syaratnya hanya percaya dan  haus (Yohanes 7:37–38).

Jemaat di kota Efesus tidak puas hanya mengalami baptisan Yohanes sebagai tanda pertobatan. Ketika Paulus berkunjung ke Efesus, mereka memberi diri dibaptis dan Paulus menumpangkan tangan atas mereka dan mereka penuh dengan Roh Kudus dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat ( Kis 19 : 1-7 ). Lewat ke-12 orang yang penuh dengan Roh Kudus ini jemaat Efesus berkembang dengan pesat sehingga mencapai ribuan orang pada masa itu di Asia Kecil.

Mengapa hanya 120 orang murid yang dipenuhi dengan Roh Kudus. Alkitab kita penuh dengan angka yang bermakna rohani. Seratus dua puluh  orang murid  itu  adalah  yang dengan segenap hati menanti perjanjian Tuhan sampai digenapi. Apa makna 120 bagi kita?

120 = 1 x 2 x 3 x 4 x 5

    • 1 : Mengutamakan Allah dalam hidup

Banyak orang yang lebih mengutamakan usahanya daripada Tuhan. Bahkan sering lalai beribadah karena sibuk mencari uang. Bahkan banyak mengutamakan adat lebih daripada beribadat.

    • 2 : Hidup yang menjadi kesaksian

Dalam Alkiab, angka dua berbicara dari hal saksi. Kita tidak cukup hanya menjadi pendengar Firman, tetapi juga harus melakukan Firman sehingga hidup kita menjadi berkat dan kesaksian bagi orang lain. Rasul Paulus menulis kepada jemaat di kota Korintus: “Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang.”

    • 3 : Menerima Tritunggal Allah

Kita tidak cukup menerima Allah Bapa dan AnakNya Yesus, tetapi juga harus menerima Roh Kudus. Gereja harus haus dipenuhkan dengan Roh Kudus supaya menjadi gereja yang dewasa, pengantin Kristus yang sempurna yang kelak dipelihara dari aniaya antikristus.

    • 4 : Persatuan dan persekutuan

Orang percaya harus memelihara kasih persaudaraan, harus dapat hidup berdampingan dengan damai, menerima saudara kita sebagai anggota tubuh Kristus.

    • 5 : Prinsip Salib, penyangkalan diri

Untuk menjadi pengikut Yesus kita harus belajar menyangkal diri dan mengutamakan kehendak Tuhan

Roh Kudus memberi kuasa untuk menjadi saksi

Banyak orang bangga bila sudah berbahasa asing sebagai tanda kepenuhan Roh Kudus. Namun itu baru sebagai tanda, langkah pertama. Selanjutnya kita harus tinggal dalam kepenuhan itu dengan memelihara persekutuan dengan Roh Kudus. Lewat 120 murid yang dipenuhi dengan Roh Kudus sehingga beroleh kuasa menjadi saksi yang menggemparkan Yerusalem. Dalam 2 Timotius 1:7 disebutkan: ”Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.” Lewat Roh Kudus kita bisa mengendalikan mulut kita (Mazmur 141:3), mengusir setan (Markus 16:17), menjadikan mata hati kita terang (Efesus 1:18-19), hidup kita dipermuiakan (Filipi 4:19),bahkan melakukan perkara-perkara besar (Yohanes 14:12). (Dikutip dari https://gpdimaranathasiantar.org/sermons/preacher/pdt-b-manurung/ )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here