Komnas HAM Dukung Polisi Proses 19 DPO dari KKB

0
581
Kepala Perwakilan Komnas HAM, Frits Ramandey, saat diwawancarai di Mapolda Papua, Jumat (18/5) sore, terkait pertimbangan Komas HAM terhadap proses hukum bagi 19 DPO dari KKB. (Paul /HPP)
Kepala Perwakilan Komnas HAM, Frits Ramandey, saat diwawancarai di Mapolda Papua, Jumat (18/5) sore, terkait pertimbangan Komas HAM terhadap proses hukum bagi 19 DPO dari KKB. (Paul /HPP)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Kepala kantor Komnas HAM Frits Ramandey mengungkapkan, pihaknya mendukung kepolisian memproses hukum 19 orang anggota KKB dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) yang telah disebar oleh tim khusus Polda Papua.

 

Namun dikatakan, sebelumnya kepolisian didalam memburu para DPO harus memastikan terlebih dahulu keterlibatan para buron tersebut diberbagai kasus penembakan dan gangguan keamanan yang pernah tetjadi di berbagai tempat di wilayah Pegunungan Tengah Papua oleh personil Kelompok Kriminal bersenjata tersebut.

 

“Kita harus memastikan keterlibatan mereka di semua kasus yang pernah terjadi. Berbeda bagi mereka yang sudah ditangkap dan sudah mendapat kepastian hukum lalu melarikan diri, maka penegakan hukum wajib berlaku bagi mereka karena itu dikategorikan sebagai kriminal,” tegas Prits saat dijumpai HPP usai menghadiri rapat dengan Forkomipda dan para tokoh agama di Ruang Rastra Samara Polda Papua, Jumat (18/5) sore.

 

Meski demikian Frits mengingatkan, dalam upaya penegakan hukum terhadap 19 orang DPO tersebut, kepolisian daerah Papua perlu memastikan apakah data yang telah disebarluaskan itu sudah valid dan diketahui oleh seluruh jajarannya. Sehingga atas penyebaran tersebut masyarakat mengetahuinya, terlebih menjadi legitimasi kuat dalam memburu para DPO tersebut.

 

“Data yang dikeluarkan oleh kepolisian itu menjadi penting supaya mendapat dukungan dari pihak terkait dan juga masyarakat,” lugasnya.

Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar, Rabu (16/5). (Paul/HPP)

Sementara itu, Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar mengaku, bahwa pihak kepolisian telah menyebarluaskan foto 19 DPO kasus penembakan di seluruh Polsek jajaran Polda Papua. “Kami sudah terbitkan DPO, bahkan telah ditempelkan di kampung-kampung di Tembagapura, Banti, Opitawak,” terangnya. (Paul / Koran Harian Pagi Papua)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here