Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg Aloysius Giyai, M.Kes. (Fransisca/LintasPapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –   Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Provinsi Papua,  Aloysius Giyai mengatakan,  kini Kabupaten Waropen telah memiliki rumah sakit pratama yang siap beroperasi untuk melayani masyarakat setempat.

“Rumah Sakit Waropen bisa selesai dibangun dan diresmikan pada 2 Mei 2018. Saya yang meresmikannya,” kata Aloysius, kepada Antara di Jayapura, Kamis.

Aloysius mengklaim rumah sakit Waropen itu bisa terbangun dalam waktu tiga tahun, karena desakannya saat berkunjung ke Waropen pada 2015.

“Waktu itu saya desak mantan Bupati Yesaya Buinei untuk menyiapkan lahan sekaligus saya letakan batu pertama pembangunan rumah sakit,” ujarnya.

Menurut mantan Direktur RSUD Abepura itu, kala itu ia bersikeras untuk meletakkan batu pertama pembangunan rumah sakit Waropen itu, meskipun belum pasti dukungan anggarannya.

“Artinya saya memulai dengan tidak ada dana tetapi Tuhan itu tidak buta, kalau kita berkarya demi orang banyak dengan niat yang baik, Tuhan akan buka jalan,” ujarnya.

Dia mengatakan atas rekomendasi dari mantan Gubernur Papua Lukas Enembe, Dinkes Papua bergerilya mencari dana dengan berbagai cara serta melakukan lobi dan advokasi untuk membangun rumah sakit tersebut.

Selain itu, kata dia, juga didukung oleh Robert Rouw, salah satu anggota DPR RI yang membantu melobi ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sehingga mengeluarkan dana alokasi khusus (DAK) untuk rujukkan pembangunan rumah sakit pratama dibeberapa kabupaten di Papua termasuk Kabupaten Waropen.

“Itu menurut saya kerja keras dan proses panjang yang dilakukan oleh pak Robert Rouw dan juga tim Dinkes Papua yang berjuang di Kementerian Kesehatan, Bappenas dan Kementerian Keuangan sehingga bisa ada dana untuk pembangunan rumah sakit itu,” ujarnya.

Alhasil, kini masyarakat Waropen memiliki rumah sakit yang representatif dan lokasinya di atas bukit, sehingga dapat memandang lautan dari ketinggian.

“Pemandangannya luar biasa bagus sekali. Rumah sakit ini sebagian ruangan sudah terisi fasilitas layanan kesehatan, sebagian belum ada tapi fasilitas yang ada bisa digunakan untuk melayani kesehatan masyarakat setempat,” ujar Aloysius. (LKBN ANTARA / MUSA ABUBAR / KORAN HARIAN PAGI PAPUA)