Bupati Keeorom Pimpin Lintas Sektor Bahas Antisipasi Terorisme

0
27

KEEROM (LINTAS PAPUA) ) – Menyikapi isu-isu dan kondisi terkini secara nasional dan di Kab. Keerom, maka Pemkab Keerom melakukan rapat koordinasi lintas sektor. Kegiatan ini dipimpin langsung Bupati Keerom,  Muh. Markum SH, MH, MM di ruang rapat Bupati Keerom, kemarin (17/5).

Turut dalam rapat tersebut  Kepala PN Jayapura, Lukman. B, Kajari Jayapura, M. Teguh Basuki SH, MH, Sekda Keerom, Drs. Blasius Waluyo Sejati MM (selaku moderator rapat), Kabag Ren Polres Keerom, Kompol Yosep Goran, Pabung Keerom, Mayor Inf M. Yani, Kepala Kantor Kemenag Keeerom, Karel F. Mambay, Ketua FKUB Keerom, Pdt. Karel Sopamena, perwakilan gereja dan undangan lainnya.

Bupati Keerom Muh. Markum SH, MH, MM, pada kesempatan itu menyampaikan paparan tentang jumlah tempat ibadah di Keerom yaitu sebanyak 123 gereja, 31 masjid dan 3 buah pura. ‘’Kita bertemu disini untuk mengantisipasi terutama kelompok radikal dan terorisme, kejadian di surabaya yang mengakibatkan banyaknya korban, khususnya di kab. Keerom harus dilakukan antisipasi sejak dini agar kejadian tersebut tidak terjadi di Keerom,’’pesannya.

Bupati Keerom, Muh. Markum SH, MH, MM. (Arif /HPP)

Sementara itu, Ketua PN Jayapura, Lukman. B, mengemukakan bahwa semua agama mengajarkan kasih demikian pula islam. ‘’Saya yakin agama juga sudah mengajarkan kasih, dalam suasana perangpun nabi melarang merusak tempat ibadah dan memerangi orang-orang yang sedang melaksanakan ibadah didalamnya, kalau ada kejadian seperti ini berarti sudah melakukan hal yang menyimpang,’’pesannya.

Sedangkan Kajari Jayapura mengemukakan perlunya deteksi dini. ‘’Sulut sulit di surut karena solid ini adalah contoh kata-kata di manado, disana toleransi beragamanya sangat baik, mungkin bisa kita tiru di daerah-daerah manapun yang ada di Indonesia,’’pesannya. (Arif / Koran Harian Pagi Papua)