PTMSI Kab.  Jayapura Programkan Tenis Meja Masuk Sekolah

0
140
Bupati Jayapura Terima Piala Bergilir Turnamen Bupati Raja Ampat Cup Tahun 2018 dari Ketua PTMSI Kab. Jayapura. (Irfan/HPP)
Pengurus PTMSI Saat menggelar jumpa pers. (Irfan /HPP)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Tenis meja belum masuk deretan cabang olahraga (Cabor) elit di Kabupaten Jayapura. Prestasinya juga belum terlalu menonjol. Bahkan, di beberapa iven sejak tahun 2000-an tidak ada satu pun petenis meja Bumi Khenambay Umbay yang lolos ke putaran final di segala ajang turnamen tenis meja.

Namun demikian, kini, top organisasi olahraga pingpong yakni Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) di Kabupaten Jayapura mulai menunjukkan geliat pembinaan atlet. Sehingga secara perlahan-lahan dan pasti satu-persatu prestasi mulai diukir oleh generasi muda Kabupaten Jayapura.

Seperti keluar sebagai juara umum pertama dalam ajang turnamen Bupati Jayapura tahun 2018 dan juga turnamen Bupati Raja Ampat Tahun 2018 kemudian ada satu atlet yang ikut kejuaraan antar club di Jakarta serta ada atlet yang masuk dalam proyek Asian Games.

“Ya, ada anak-anak putra daerah yang sudah mulai menekuni cabang olahraga (Cabor) tenis meja, yakni dengan adanya atlet atas nama Zadrak Yaboisembut yang sudah berlatih selama setahun di Jakarta. Atlet kita atas nama Zadrak ini sudah beberapa kali memperkuat PTMSI Kabupaten Jayapura di dalam ajang turnamen Bupati Jayapura Cup Tahun 2018, kata Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) PTMSI Kabupaten Jayapura, Ruddy Bukanaung, belum lama ini.

Atlet binaan PTMSI didominasi oleh anak-anak. Rata-rata masih sekolah dasar (SD). Bahkan, ada dua atlet putra daerah lagi yaitu Metu Sala dan Elly Yaboisembut yang sedang dalam program pembinaan secara intensif di PTMSI Kabupaten Jayapura.

Melihat geliat anak-anak Kabupaten Jayapura yang menekuni tenis meja. Maka selaku Ketua Pengcab PTMSI Kabupaten Jayapura, Ruddy bersama beberapa pengurus PTMSI di tahun 2018 ini akan memprogramkan pembinaan atlet tenis meja Kabupaten Jayapura. Salah satu agenda utama adalah mempersiapkan program khusus tenis meja masuk sekolah.

Bupati Jayapura Terima Piala Bergilir Turnamen Bupati Raja Ampat Cup Tahun 2018 dari Ketua PTMSI Kab. Jayapura. (Irfan/HPP)

“Harapan kami, program ini nantinya bisa memperoleh dukungan yang positif dari pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura maupun dari dinas terkait yang membidangi pengembangan olahraga dan pendidikan. Untuk teknisnya, kami akan mensurvey sekolah-sekolah potensial yang ada di 19 distrik se-Kabupaten Jayapura,” katanya.

Sekolah-sekolah potensial yang dimaksud adalah tingkat Sekolah Dasar (SD), yang mana dirinya akan membuat sebuah draft MoU antara PTMSI dengan sekolah-sekolah potensial ditingkat SD tersebut.

Kata Ruddy, isi dari MoU yang akan dibuat itu adalah sekolah potensial bersedia untuk memasukkan cabang olahraga (Cabor) tenis meja sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler di sekolah masing-masing, kemudian menyediakan guru olahraga di sekolah potensial itu untuk mengikuti latihan tenis meja baik teori atau praktek.

Dari hasil penilaian Pengcab PTMSI Kabupaten Jayapura, untuk sekolah-sekolah yang sudah menandatangani MoU dan secara fasilitas yang dimiliki di sekolah itu mendukung. Terutama ruangan guna dilaksanakannya pembinaan olahraga tenis meja dan juga guru olahraga di sekolah itu telah dibekali dengan keterampilan olahraga tenis meja baik teori maupun praktek.

Maka, kami dari Pengcab PTMSI akan mensupport sekolah-sekolah potensial itu dengan menyediakan peralatan dan juga kelengkapan-kelengkapan pendukung lain buat olahraga tenis meja, ungkapnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)