Kapolda Imbau Blokade di Oksibil Harus Dibuka

0
60
Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar, Rabu (16/5). (Paul/HPP)

 

Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar, saat menjelaskan situasi Kambtibmas di Oksibil pasca blokade oleh massa, Rabu (16/5). (Paul/HPP)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar memberikan himbauan serta peringatan atas aksi pemblokade-an bandar udara serta beberapa fasilitas umum termasuk gedung pemerintah oleh sekelompok massa di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang.

Dirinya pun memberikan tenggang waktu selama 3×24 jam kepada massa agar aksi blokade tersebut secepatnya dibuka. “Untuk aksi blokade atau palang yang di lakukan, saya berikan waktu 3×24 jam untuk segera di buka,” himbaunya saat di wawancarai para wartawan di Kota Jayapura,  Rabu (16/5) siang.

Menurut Boy, aksi blokade tersebut merupakan tindakan yang sangat merugikan semua komponen. Lanjutnya, apabila setelah tenggang waktu yang diberikan atas aksi blokade itu tidak diindahkan, maka akan ada oknum yang di tindak tegas.”Itu sudah aksi melanggar hukum,  kalau tidak diindahkan maka para koordinator kami akan tindak tegas sesuai undang undang yang berlaku,” terangnya.

Penjabat Gubernur Papua, Soedarmo menerima aspirasi dari masyarakat setempat saat mengunjungi Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, beberapa pekan lalu. (ISTIMEWA)

Dirinya pun menerangkan, bahwa aksi tersebut merupakan aksi protes terhadap kinerja bupati yang dianggap masyarakat selama ini tidak transparan dan diduga terlibat dalam kasus korupsi. “Mereka sudah pernah berikan pernyataan sikap untuk di tidak melanjutkan blokade apalagi pengrusakan fasilitas umum dan pemerintahan, namun aksi mereka sangat merugikan dan sudah melanggar aturan,” jelasnya.

Sementara itu diketahui, ada beberapa kantor pemerintahan yang di blokade oleh ratusan massa antara lain kantor Bupati Pegubin, kantor DPRD,  kantor Panwas,  kantor KPU dan Bank Papua.

Selain itu massa tersebut pun melakukan blokade terhadap bandar udara Oksibil, sehingga akses transportasi udara yang menjadi akses utama lumpuh. Namun aparat keaman berhasil membuka blokade tersebut dengan pendekatan persuasif. (Paul/ Koran Harian Pagi Papua)