Salah satu perawat menggendong jenazah bayi yang meninggal dunia karena ganggungan pernafasan. (Lala /HPP)

 

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Perjuangan bayi yang dibuang orang tuanya harus berakhir. Bayi malang berjenis kelamin perempuan yang memiliki berat badan 1,8 kg itu itu meninggal di ruang NICU RS Dian Harapan, Waena, Distrik Heram,  Selasa (15/5/2018) siang sekitar pukul 12.20 WIT.

 

Dia tidak mampu menahan gangguan nafas yang dialami, sehingga Selasa siang kemarin, bayi mungil yang dirawat penuh kasih sayang oleh para perawat itu menghembuskan nafas terakhirnya.

Menurut dr Sugiyanto Gani, bayi tersebut mulai ditanganinya sejak Jumat (11/5/2018).

 

“Bayi ini mulai masuk hari Jumat kemarin. Saat itu kondisinya memang sudah sesak dan cukup parah sehingga kami langsung memasukannya ke dalam inkubator,” ujar dr Sugiyanto, kepada wartawan di RS Dian Harapan, kemarin.

 

Lanjutnya, kondisi bayi sempat membaik dengan bantuan alat pernafasan. Namun sekitar pukul 09.00 WIT, bayi tersebut mengalami sesak nafas dan kondisinya terus memburuk.

 

“Karena kondinya memang tidak stabil, tadi ia meninggal,” akunya pihak medis sudah berupaya semaksimal mungkin.

 

 

Masih dikatakan dr Sugiyanto, kondisi bayi itu cukup kompleks. Berat badannya tergolong sangat rendsh. Paru-parunya belum bisa berkembang secara matang. Karena itu, alat bantu nafas yang dipasang tidak bisa membantu banyak.

 

“Sementara ini saya belum bisa menyimpulkan terlalu jauh, yang bisa kami katakan  ia meninggal karena gangguan pernafasan saja,” tegas dokter berwajah oriental ini.

 

Hingga kemarin sore, bayi itu masih berada di ruang perawatan. Belum ada pihak yang mengambilnya.

 

“Sesuai aturan, nanti yang mengambil pihak kepolisian,” sambungnya.

 

Sementara itu Kapolsub Sektor Heram Iptu Alfrit B Nadek mengatakan, pengambilan jenazah bayi masih menunggu koordinasi pihak terkait, yakni Dinas Sosial setempat.

 

Menurut Alfrit, sebelum meninggal bayi itu rencananya akan diadopsi oleh salah satu anggota polisi.

 

“Calon orang tua yang ingin mengadopsi bayi ini sudah siap untuk mengurusi dokumen-dokumen ke Pengadilan Negeri Jayapura dan Dinas Sosial Kota Jayapura, tapi Tuhan berkehendak lain. Rupanya bayi itu lebih disayang olehNya, sehingga tadi pagi ia sudah tiada,” ungkapnya.

 

Disisi lain, pelaku pembuangan bayi itu masih dalam pencarian. Polisi belum menemukan petunjuk yang mengarah pada pelaku.

“Belum. Masih penyelidikan,” tandasnya. (Lea / Koran Harian Pagi Papua)