DPRP Minta Polisi Ungkap Jaringan Teroris di Papua

0
105
Ketua DPRP, Yunus Wonda (kanan). (Rambat/HPP)
Ketua DPRP, Yunus Wonda (kanan). (Rambat/HPP)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Mulai masuknya sel-sel teroris ke wilayah Papua, tampaknya menjadi perhatian serius oleh DPR Papua. Apalagi, baru-baru ini di Timika, Kabupaten Mimika, dua orang terduga teroris berhasil ditangkap aparat kepolisian.

 

Ketua DPR Papua, Yunus Wonda berharap pihak aparat kepolisian untuk mengungkap jaringan teroris yang ada di Papua, jika memang ada.

 

“Ya, saya pikir itu menjadi tugas kewenangan daripada kepolisian untuk melacak dan mengetahui baik itu melalui pesawat atau kapal, tetapi itu adalah tugas dan tanggungjawab kepolisian karena memang mereka punya keahlian disitu. Khan kita susah membedakan mana seorang teroris mana yang bukan, karena itu memang tugas mereka,“ kata Yunus Wonda di DPR Papua, Selasa (15/5).

 

Yang jelas, tegas Yunus Wonda, DPR Papua sangat mendukung aparat kepolisian untuk mencegah radikalisme dan terorisme di Papua.

 

“Kami harap kejadian di Surabaya tidak terjadi di Papua,“ katanya.

 

Untuk itu, Yunus Wonda mengajak semua pihak untuk tetap menjaga kerukunan, saling menghormati satu sama lain dan keharmonisan umat beragama di Papua dengan baik, tidak ada gesekan-gesekan karena tahun politik ini.

 

Namun demikian, untuk mencegah terorisme atau radikalisme di Papua ini, lanjut Yunus Wonda, peran masyarakat juga sangat penting, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

 

Pihaknya juga mendukung tokoh-tokoh antar agama telah sepakat untuk bersama-sama menangkal radikalsime di Papua.

 

“Nah, ini juga menjadi tugas bukan hanya kepolisian atau TNI, tapi ini tugas kita semua seluruh rakyat Papua, semua yang hidup diatas tanah ini, untuk menjaga situasi kondisi di Papua tetap aman, nyaman  yang sudah diciptakan dari awal sampai sekarang harus tetap kita jaga,“ paparnya.

 

Pihaknya juga berharap semua elemen tidak terpengaruh dengan kondisi dan situasi di daerah lain, tetapi harus bersama-sama menjaga toleransi antar umat beragama yang sudah terjalin dengan baik di Papua.

 

“Apalagi, dalam waktu dekat ini, umat Islam sudah memasuki bulan puasa, sehingga kerukunan harus terus dijaga sama-sama, saling menghargai dan menjaga, karena Papua ini menjadi tugas kita bersama-sama siapapun yang hidup diatas tanah ini,“ imbuhnya. (bat/ab/Harian Pagi Papua)