Asisten I Bidang Pemerintahan Umum Setda Kabupaten Jayapura, Abdul Rahman Basri didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jayapura Alex R. Dusay., Kepala Distrik Sentani Kota, Alfons Awoitauw dan Ketua I Karang Taruna Provinsi Papua, pada kegiatan Temu Karya dan Pemilihan Ketua dan Pengurus Karang Taruna Periode 2018-2022, di Gedung Serba Guna Wanita Thabita, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (15/5/18) siang. (Irfan/HPP)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Dinas Sosial Kabupaten Jayapura menyelenggarakan Temu Karya dan Pemilihan Ketua beserta pengurus Karang Taruna di tingkat Distrik se-Kabupaten Jayapura periode 2018-2022, di Gedung Serba Guna (GSG) Wanita-Thabita, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (15/5/18) siang.

 

Dihadiri oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Umum Setda Kabupaten Jayapura, Abdul Rahman Basri yang sekaligus membuka temu karya tersebut, didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jayapura Alex R. Dusay, Kepala Distrik Sentani Kota Alfons Awoitauw, Kepala Distrik Nimboran Budi P. Yoku, sejumlah Kepala OPD dan Perwakilan Pemuda dari 19 Distrik se-Kabupaten Jayapura.

“Sesuai dengan undang-undang nomor 11 tahun 2009 tentang kesejahteraan sosial bahwa penyelenggaran kesejahteraan sosial menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Salah satu sasaran pokok pembangunan kesejahteraan sosial adalah penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang dapat dikelompokan dalam enam permasalahan, yaitu kemiskinan, keterlantaran, kecatatan, ketunaan sosial, korban bencana dan ketertinggalan atau keterasingan,” kata Asisten I Basri saat membacakan sambutan Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si.

Kepala Distrik Sentani, Alfons Awoitauw, S.IP., terpilih sebagai Ketua Karang Taruna Kabupaten Jayapura (Lala/HPP)

Sebagai penunjang keberhasilan penanganan PMKS, lanjut Asisten I Basri adalah menggali dan memberdayakan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) yang terdapat dalam masyarakat.

Tentunya kata Basri, masyarakat mempunyai kesempatan yang seluas-luasnya, untuk berperan dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial dan Karang Taruna adalah salah satu komponen tersebut.

“Sebab, kita ketahui bahwa Karang Taruna merupakan wadah pengembangan generasi muda yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial oleh, dari dan untuk masyarakat, khususnya generasi muda diwilayah desa serta kelurahan,” ujarnya.

“Yang mana, didirikan dengan tujuan antara lain terwujudnya kesejahteraan sosial yang semakin meningkat  bagi generasi muda di desa dan kelurahan yang memungkinkan pelaksanaan fungsi sosial nya sebagai manusia pembangunan yang mampu mengatasi masalah sosial dilingkungannya,” tambahnya.

Basri menilai, Karang Taruna sebagai tenaga penggerak pembangunan kesejahteraan sosial memiliki peranan yang cukup besar dalam pembangunan masyarakat.

“Maka itu, untuk dapat meningkatkan potensi dan peran aktifnya diperlukan koordinasi, kolaborasi, komunikasi dan kerjasama antar Karang Taruna. Dengan kata lain, koordinasi konstruktif dengan pemerintah Kabupaten Jayapura selaku Pembina fungsional sehingga apa yang kita kerjakan kedepan dapat seiring sejalan, sebab itulah makna hakiki dari keberadaan Karang Taruna,” jelasnya.

Basri menyebutkan, sebagai potensi dan sumber kesejahteraan sosial, Karang Taruna yang bergerak dalam bidang Usaha Kesejahteraan Sosial (UKS), perlu untuk selalu meningkatkan kualitas kelembagaan. Sehingga  pada gilirannya dapat membina generasi muda secara lebih efektif dan efisien khususnya dalam kegiatan usaha-usaha kesejahteran sosial, terutama dalam penanganan PMKS.

“Oleh karena itu, melalui temu karya dan pemilihan ketua serta pengurus Karang Taruna priode 2018-2022, diharapkan dapat menggali segala aspek yang menyangkut permasalahan kesejahteraan sosial di masing-masing wilayah sesuai karakteristik yang ada,” katanya.

 

Ditambahkan,  sekaligus menghasilkan  rumusan, model maupun strategi penanganan permasalahan sosial kedepan sehingga secara bertahap tapi pasti grafik permasalahan sosial khususnya di Kabupaten Jayapura tercinta ini dapat ditekan sehinggga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Basri menjelaskan, Karang Taruna sebagai organisasi kepemudaan dibidang kesejahteraan sosial yang berada kampung maupun kelurahan mempunyai kedudukan fungsi dan peranan yang strategis bagi usaha-usaha penanggulangan masalah kesejahteraan sosial yang terjadi di kalangan generasi muda.

Basri juga menambahkan, sesuai fungsi kedudukan dan perannya, Karang Taruna dituntut untuk mampu mengamati, mengkaji serta mengantisipasi berbagai permasalahan sosial yang menyangkut generasi muda pada dewasa ini dan dimasa yang akan datang.

Sehingga, kata Basri, dalam rangka memahami  dan mangatasi masalah-masalah kesejahteraan sosial dikalangan generasi muda di era globalisasi ini, maka Karang Taruna perlu lebih meningkat aktivitasnya pada upaya pembinaan  sumber daya manusia melalui peningkatan keterampilan kemandirian dan profesi pekerja sosial.

“Untuk itu, proses pembentukan dan pemilihan Karang Taruna  tingkat kabupaten ini kami serahkan  sepenuhnya kepada panitia dan para peserta yang hadir pada saat ini. Semoga proses pemilihan pengurus dapat berjalan  dengan baik dan saya berharap siapapun nanti yang terpilih duduk didalam kepengurusan harus dapat diterima dan didukung oleh saudara sekalian,” tandas Basri.

Dari informasi terakhir yang diterima harian ini, Alfons Awoitauw terpilih sebagai Ketua Karang Taruna Kabupaten Jayapura. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)