Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si, mengutuk keras pemboman di tiga gereja dan rumah ibadah di Kota Surabaya, Jawa Timur. (Irfan/HPP)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si, mengutuk keras pemboman di tiga gereja dan rumah ibadah di Kota Surabaya, Jawa Timur.

Dalam apel pagi hari Senin (14/5) lalu, pemerintah juga sudah menyatakan sikap atau membacakan pernyataan sikap pemerintah secara resmi atas seluruh nama pegawai dilingkup Pemkab Jayapura, yakni kita menolak terhadap terorisme dan juga mengutuk keras terhadap tindakan-tindakan oknum-oknum yang melakukan bom bunuh diri baik di Surabaya maupun di tempat lain, ujar Bupati Mathius, Rabu (16/5) di Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani.

“Saya mengutuk keras, ini perbuatan tidak disukai oleh agama manapun, tambahnya dengan singkat.

Pada kesempatan ini, Bupati Mathius yang menyandang gelar sebagai bapak Toleransi di Bumi Khenambay Umbay mengajak seluruh elemen bangsa untuk melawan teroris dan aksi kekerasan mengatasnamakan agama.

“Jadi, seluruh Nusantara ini memberikan dukungan yang sama. Bahwa masyarakat tidak takut terhadap terorisme dan radikalisme. Oleh karena itu, pemerintah juga memberikan apresiasi kepada masyarakat yang punya spontanitas dalam memberikan support dan juga memberikan dukungan doa untuk keluarga-keluarga yang menjadi korban akibat teror bom di Surabaya, ujar Mathius.

Tambahnya, seluruh elemen umat beragama harus bersatu, memperkuat persatuan dan melawan aksi-aksi tidak manusiawi tersebut. Kita yang ada di Kabupaten Jayapura jangan terpengaruh dan terpancing atas aksi-aksi teror mereka yang tidak brtanggung jawab, sambungnya.

Mari kita tetap jaga toleransi dan persaudaraan di Kabupaten Jayapura, karena kita semua ciptaan Tuhan. Kita percayakan kepada pihak Polri dan TNI untuk menangkap para peneror, imbau Mathius Awoitauw diakhir wawancaranya. (Irfan / HPP)