BKKBN Papua Terapkan SKAP Selama Bulan Puasa

0
117
Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua, Charles Brabar, SE, M.Si., (Fransisca /Lintas Papua)
Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua, Charles Brabar, SE, M.Si., (Fransisca /Lintas Papua)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  BKKBN Provinsi Papua mempunyai rencana kerja penting selama bulan puasa yaitu Survei Kinerja Dan Akuntabilitas Program(SKAP),  guna mensosialisasikan program Kependudukan, Keluarga Berencana Dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) yang setiap tahun dilaksanakan untuk mewujudkan cita cita negara Indonesia mensejahterakan masyarakat.

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua, Charles Brabar, SE, M.Si.Menjelaskan,  sistematika program SKAP di terapkan di Provinsi Papua.

 

“Ada 19 kabupaten berdasarkan dari data badan pusat statistik(BPS). Dilaksanakan mulai tanggal 20 Mei sampai 11 Juli 2018, kegiatan ini memilih 30 orang mahasiswa sebagai penyelengara, di bagi dalam 59 claster,” ujar Charles Brabar,  kantor BKKBN Provinsi Papua di Kotaraja,  Kamis(17/5/2018).

Diakui,  mahasiswa dilatih selama dua minggu lebih, untuk menyebar kuisoner yang sudah di siapkan, setelah itu di kumpulkan data falid yang akan di evaluasi.

“Seorang emunaerator di tunjuk sebagai supervisi bertugas sebagai operator di bekali perlengkapan handphone untuk merekam langsung kegiatan, agar tidak ada data yang di rekayasa.”katanya

 

Selain itu,  pria asal Biak Numfor ini  menambahkan, bahwa SKAP mempunyai tujuan mengarahkan masyarakat dalam rel kelurga menyasar pada merencanakan keluarga sejahtera juga berupaya menyadarkan masyarakat tentang Kebijakan Keluarga berencana.

 

“Survei bertujuan meningkatkan KKBPK. Kita harapkan survei kinerja menjadi survei implikasi bertujuan untuk perencanaan dana kegiatan tahun depan,” katanya.

Dirinya berpesan, agar menghindari penyalahgunaan dana besar, tapi masyarakat tidak merasakan manfaat program KB dari dana tersebut.

“SKAP sebagai langkah maju, mengangkat harapan masyarakat dan kebutuhan masyarakat.Masyarakat harus tau apa itu Kependudukan, mengarahkan ibu sehat, punya peluang ibu merawat diri dan mengasuh anak, sebenarnya BKKBN beronrientasi penuh kepada ibu, punya hak hidup,” pungkasnya. (Fransisca)