80 Siswa  TK Play  Group Pertiwi  Serui  Ditamatkan

0
63
- Delapan Puluh siswa TK dan Play Group Pertiwi IV Serui dikembalikan oleh pihak sekolah ke orangtua dalam acara pentas seni dan perpisahan kelompok B dan Play group berlangsung di gedung tongkonan KPR serui, Senin (15/5/2018). (Seo)
– Delapan Puluh siswa TK dan Play Group Pertiwi IV Serui dikembalikan oleh pihak sekolah ke orangtua dalam acara pentas seni dan perpisahan kelompok B dan Play group berlangsung di gedung tongkonan KPR serui, Senin (15/5/2018). (Seo)

SERUI (LINTAS PAPUA)  –    Delapan Puluh siswa TK dan Play Group Pertiwi IV Serui dikembalikan oleh pihak sekolah ke orangtua dalam acara pentas seni dan perpisahan kelompok B dan Play group berlangsung di gedung tongkonan KPR serui, Senin (15/5/2018).

Kepala Sekolah TK Pertiwi IV Serui,  Astri Rosita Sarbini, S.Pd.,  dalam sambutannya menyampaikan,  TK yang dipimpin selama ini terbagi dalam tiga kelompok belajar masing-masing kelompok Play group (Usia 2-4 tahun) TK A (usia 4-5 tahun) dan TK B ( usia 5-6 tahun).

“Menyangkut sarana dan prasarana TK pertiwi IV serui selama ini masih berstatus menumpang diatas tanah milik PSW YPK,  sehingga  kepada pihak pemerintah daerah, tapi juga Dinas pendidikan,  agar kedepannya diprogramkan dalam  tahapan pembangunan,” ujar

 

Ditambahkan, bahwa  sekaligus menjawab masalah tanah yang bersifat pinjam pakai.” Demikian disampaikan kepala TK Pertiwi IV Serui, Astri Rosita Sarbini, S.Pd (15/5/2018)

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Yapen, yang diwakili Kabid PNFI,  Rosalina Sadsoetubun,  S.Sos.,  menuturkan, bahwa  pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah suatu bentuk pembinaan terhadap anak usia 0 – 6 tahun serta merangsang pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani sebagai bentuk mempersiapkan diri kejenjang selanjutnya.

“Anak sebagai asset masa depan bangsa harus diberikan perhatian khusus dalam hal hak mendapatkan pendidikan formal yang dimulai dari tingkat paling dasar hingga ke jenjang yang lebih tinggi,” tuturnya.

Dkatakan, pemerintah dalam perencanaan pembangunan pendidikan diharapkan sepenuhnya untuk meningkatakna SDM anak bangsa yang berkualitas untuk melanjutkan program pembangunan bangsa khusus pembangunan kabupaten kepulauan Yapen.

Lanjut, anak diibaratkan air putih bening yang perlu diajar memberi warna kehidupan agar mampu dan percaya diri serta siap memasuki jenjang kehidupan dimasa datang.

“Untuk itu menjadi apa dan bagaimana anak –anak dimasa datang tergantung pemahaman, tanggung jawab dan tekad semua pihak baik pemerintah, pihak guru, orangtua serta anak itu sendiri,“ jelasnya (seo/ Koran Harian Pagi Papua))