Paslon JWW – HMS Siap Untuk Debat Kandidat Pilgub Papua

0
474
JWW - HMS bersama masyarakat adat Papua, maju sebagai calon pemimpin Negeri Cenderawasih, siap membangun dengan moto Papua Cerdas. (ISTIMEWA)
Calon Wakil Gubernur Nomor Urut 2, Dr.Habel Melkias Suwae, S.Sos.MM, saat di Nobatkan menjadi ISO oleh Masyarakat Waropen. (Fransisca/LintasPapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, no urut 2 John Wempi Wetipo dan Habel Melkias Suwae (JWW-HMS) mengaku sangat siap dalam mengikuti debat kandidat putaran kedua yang diselenggarakan KPU di Kota Jayapura pada tanggal 18 Mei 2018 mendatang.

 

Calon Wakil Gubernur Papua, Habel Melkias Suwae mengakui, pada debat kandidat sebelumnya sedikit tegang dan kakuh.

 

“Biasa, ibarat pengantin baru atau pertandingan sepak bola yang baru dimulai, kita sedikit kakuh. Tapi pada debat kali ini kita sudah mengetahui kelebihan dan kelemahan lawan. Ya, 90 persen pasti kita bisa kuasai pa panggung,” katanya, usai meresmikan Sekretariat Relawan Sipakaboro dan Katadah untuk memenangkan JWW-HMS di Kotaraja, Sabtu (12/5/2018).

Habel mengomentari sikap pasangan petahana yang tak menghormati pangggung debat kandidat yang terhormat, dengan tak menghormati antara sesama calon yang maju pada Pilgub ini.

 

“Iya memang ada bahasa ko ko ko, padahal kita punya nama. Tetapi, bagi saya itu tak menjadi masalah, karena debat ini dilihat oleh seluruh masyarakat Papua. Jadi, biarkan masyarakat yang menilai bagaimana sikap dan sifat calon pemimpinnya,” paparnya.

 

Habel juga menjelaskan, pernyataan petahana yang menjelaskan kalau mereka tidak memiliki rakyat dan menjabat Gubernur dan Wakil Gubernur hanya sebatas perpanjangan tangan pemerintah pusat.

John Wempi Wetipo, dalam sebuah kegiatan kampanye. (ISTIMEWA)

“Kalau bicara kemiskininan dan apa tugas gubernur, sama saja ketika kita berkuliah, ada yang namanya mata kuliah dasar di bangku kuliah.  Kalau tupoksi gubernur hanya dipahami sebagai perpanjangan tangan pusat dan tak punya masyarakat, itu sama saja mereka tidak mengetahui apa yang menjadi tupoksinya selama lima tahun padahal itu ada di mata kuliah dasar seorang gubernur,” tuturnya.

 

Habel mengungkapkan, apabila ada seseorang yang ingin menjadi pemimpin didaerahnya lalu tak mengetahui apa yang menjadi tugas pokoknya, tentunya akan merugikan masyarakatnya.

 

 

“Lalu saya mau tanya siapa yang pilih mereka sebelumnya, bukannya rakyat. Lalu saat ini mengatakan tidak punya rakyat, kalau begitu dalam pilkada ini rakyat mana yang mau pilih mereka, atau rakyatnya ada di Jakarta karena mereka perpanjangan tangan pemerintah pusat,” lugasnya.

 

Habel menambahkan, terkait pernyataan paslon petahana tentang pasangan calon no urut 2 yang tak bakal mampu memimpin Papua apabila terpilih, tidak menjadi masalah olehnya.

 

 

“Kita di dikte boleh-boleh saja, tapi kami berdua ini pernah memimpin kabupaten dua periode, sama dengan pasangan petaha. Tapi saya mau tanya dalam kepemimpinan kita berempat, mana yang terbaik, saya mau tanya wartawan coba jawab dengan fakta mana yang terbaik ? jadi kalau begitu yang disampaikan  mereka coba lihat apa yang mereka buat di Puncak Jaya dan di Timika. Tapi, saya tidak ingin menyerang mereka dengan pernyataan seperti itu,” tandasnya. (Fransisca )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here