Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua,  Adam Arisoy, saat diwawancara. (Erwin /HPP)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Biak Numfor, Herry Ario Nap – Nehemia Wospakrik, kembali diakomodir sebagai peserta pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Diakomodirnya pasangan nomor urut 2 tersebut, berkenaan dengan putusan Mahkamah Agung (MA) RI Nomor 285 K/TUN/PILKADA 2018 berdasarkan kasasi yang diajukan KPU Kabupaten Biak Numfor atas putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Makasar, yang sebelumnya mendiskualifikasi paslon itu.

“Sehingga suka atau tidak maka pasangan ini harus diakomodir. Sebab keputusan MA sudah jelas menerima kasasi KPU Biak Numfor. Makanya, paslon nomor urut 2 harus masuk sebagai peserta pilkada serentak Kabupaten Biak Numfor periode 2018 – 2023”.

“Bersama-sama dengan dua kandidat pasangan calon lain, untuk merebut kursi nomor satu dan dua di kota karang itu,” ujar  Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua,  Adam Arisoy,  di Jayapura, pekan lalu.

Dia berharap semua pihak di Kabupaten Biak, baik pihak partai pendukung, tim sukses serta seluruh masyarakat Biak, dapat menerima putusan hukum tersebut. Sebab putusan hukum itu sudah inkrah atau berkekuatan hukum tetap dan pasti.

Dilain pihak, putusan dari MA merupakan yang tertinggi sehingga wajib dilaksanakan oleh pihak atau lembaga manapun diatas negeri ini.

“Untuk itu, saya juga imbau semua pihak bersabar dan juga bersatu untuk mendukung pelaksanaan Pilkada di Biak yang aman dan damai. Guna membawa masa depan Biak lima tahun mendatang menuju pada kemakmuran,” imbaunya.

Sebelumnya, PTTUN Makassar mendiskualifikasi paslon pertahana Bupati Biak Numfor Hery Ario Naap (petahana) – Nehemia Wospakrik, karena kebijakannya yang mengganti pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan pemerintah kabupaten setempat.

Tindakan itu, kemudian dilaporkan salah satu pasangan calon bupati Biak, Nico Ronsumbre, karena dipandang bertentangan dengan Pasal 89 PKPU Nomor 3 tahun 2017.

Petahana Hery Ario Naap, sebelumnya mencopot Direktur RSUD Biak Numfor, Edy Rumbarar dan digantikan oleh dr Ricardo Mayor sebagai Pelaksana Tugas Direktur pada 20 November 2017 lalu. (Erwin/ Koran Harian Pagi Papua)