Menkes Pantau Korban Pemboman Gereja di Surabaya

86
Menteri Kesehatan RI,  Nila F. Moeloek, saat mengunjungi pasien bom Surabaya. (Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI)

 

JAKARTA (LINTAS PAPUA)  –  Menteri Kesehatan RI,  Nila F. Moeloek menyampaikan, duka cita atas kejadian teror bom di Surabaya yang menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.

Sebagaimana diketahui, pagi tadi terjadi ledakan bom berturut-turut di tiga gereja di Surabaya, yaitu Gereja St. Maria Tak Bercelah Jl. Ngagel Madya, GKI Diponegoro Jl. Diponegoro, dan GKI Wonokromo Gereja Jl. Arjuno Pukul 07.40 WIB.
“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Tidak ada alasan yang dapat dibenarkan dengan peristiwa pemboman yang mengakibatkan korban jiwa dan luka. Bagi para korban, Pemerintah akan menanggung biaya pengobatan luka dan perawatan atas kejadian ini,” ungkapnya setiba di ICU RSUD dr. Soetomo, Surabaya (13/5/2018).
Menteri Kesehatan RI,  Nila F. Moeloek menyampaikan, duka cita atas kejadian teror bom di Surabaya yang menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.  (FOTO ISTIMEWA / Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI)
Sampai pukul 12.00, Dinas Kesehatan Prov. Jawa Timur melaporkan 43 orang terluka dan ditangani di 8 RS di Jawa Timur, yaitu di RS Bedah Surabaya (14 orang), RS Siloam (5 orang), RSUD DR.Soetomo (3 orang), RS Bhayangkara HSSM (6 orang), RS RKZ (7 orang), RSAL Ramelan (1 orang), RS William Booth (2 orang), dan RS Premier Surabaya (5 orang).
Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provonsi Jawa Timur dan Dinkes Kota Surabaya terus memantau masalah kesehatan akibat kejadian ini. (Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI)