Ikatan Keluarga Flobamora Provinsi Papua Gelar Musda IV

0
36
H. Sulaiman L. Hamza, SE,saat membawakan sambutannya. (Irfan/HPP)

SENTANI (LINTAS PAPUA) –  Ikatan Keluarga Flobamora-NTT di Provinsi Papua, menggelar Musyawarah Daerah (Musda) IV Tahun 2018, yang berlangsung di Grand Allison Hotel, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu (12/5/2018) pagi.

Musda IV ini dihadiri dan dibuka secara langsung oleh Staf Ahli Gubernur Papua Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setda Provinsi Papua, Annie Rumbiak mewakili Pj. Gubernur Papua, Mayjen TNI (Purn) Soedarmo, Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, S.E, M.Si, keluarga besar NTT yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Flobamora Provinsi Papua maupun Kabupaten/Kota se-Provinsi Papua, serta para tamu undangan lainnya.

Musda IV Flobamora ini dilakukan dalam rangka memilih pengurus Ikatan Keluarga Flobamora-NTT di Provinsi Papua periode 2018-2023 dan juga Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) ketua serta pengurus Ikatan Keluarga Flobamora-NTT di Provinsi Papua periode 2013-2018.

Dalam sambutan Pj. Gubernur Papua, Mayjen TNI (Purn) Soedarmo yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Papua, Annie Rumbiak menuturkan, Ikatan Keluarga Flobamora-NTT sebagai salah satu Organisasi Sosial Kemasyarakatan di Provinsi Papua, yang diakui bersama bahwa telah eksis dalam pembangunan di segala bidang di Tanah Papua pada umumnya dan secara khusus di Provinsi Papua.

Dikarenakan, Ikatan Keluarga Flobamora ini secara resmi berdiri sebagai sebuah organisasi sosial kemasyarakatan mulai tahun 2000 lalu di Kota Jayapura.

 

“Tetapi, warga Flobamora secara individu sudah mengabdi di Tanah Papua sejak tahun 1960-an hingga saat ini dalam berbagai misi, yaitu di bidang pendidikan sebagai tenaga gur, di bidang kesehatan sebagai tenaga medis maupun di bidang kerohanian sebagai Penginjil di daerah-daerah yang terisolir, ucapnya.

Khusus di bidang Pendidikan dan Kesehatan, dirinya mengatakan, bahwa masyarakat yang menjadi misionaris ke Tanah Papua bukanlah atas inisiatif dari individu atau pribadi anggota masyarakat NTT.

 

“Akan tetapi, merupakan program pemerintah Republik Indonesia sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat Iria Barat waktu itu, yang kini sebagai Provinsi Papua,” katanya.

 

Ditambahkan,  karena Papua adalah bagian integral dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Mengapa justru masyarakat NTT yang dikirim oleh Negara sebagai misi kemanusiaan ke Tanah Papua, lanjut dirinya menyampaikan, alasannya karena dari perspektif sosial budaya orang NTT ada kesamaan dengan orang Papua.

 

“Sehingga dianggap mudah untuk adaptasi dengan masyarakat Papua. Ternyata hal tersebut, terbukti bahwa warga NTT yang menjalani misi pelayanan di bidang-bidang tersebut diatas di Tanah Papua cukup berhasil,” ujarnya.

 

Tentu, katanya,  dengan membangun rasa persatuan da kesatuan bangsa melalui kerja nyata, yang mempunyai dampak langsung dirasakan oleh masyarakat Papua, bukan hanya sekedar melalui kata-kata kosong.

 

 

Dirinya mengharapkan, kepada para peserta Musda IV Ikatan Keluarga Flobamora-NTT Provinsi Papua ini agar dapat merencanakan program-program kerja nyata yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat Papua pada umumnya dan secara khusus masyarakat Flobamora NTT di Provinsi Papua.

Dalam Musda ini juga akan memilih kepengurusan baru Flobamora periode 2018-2023, saya harap hal itu tidak dijadikan sebagai tujuan.

 

“Akan tetapi, jadikanlah sebagai sarana untuk mencapai tujuan yaitu meningkatkan kesejahteraan anggota masyarakat flobamora secara khusus maupun masyarakat Papua pada umumnya sebagai substansi dari fungsi sebuah organisasi, harapnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Keluarga Flobamora-NTT di Provinsi Papua, H. Sulaiman L. Hamzah, SE, menjelaskan, Musda IV ini bertujuan untuk memilih pengurus Ikatan Keluarga Flobamora-NTT di Provinsi Papua periode 2018-2023, juga turut disampaikan laporan pertanggungjawaban (LPJ) dari pengurus sebelumnya, serta dibahas beberapa program.

“Jadi, musyawarah daerah ini dilakukan tiap lima tahun sekali, untuk memilih pengurus baru, kemudian warga juga bisa menilai laporan pertanggungjawaban dari pengurus sebelumnya, juga ada hal-hal lain yang dibahas dalam Musda ini adalah menyempurnakan AD/ART organisasi Flobamora dan hal-hal prinsip yang dilakukan untuk keseharian pelaksanaan kegiatan organisasi Flobamora di Provinsi Papua,” jelasnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)