JAKARTA (LINTAS PAPUA)  – Menyikapi peristiwa pengeboman di Gereja di Surabaya, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) menyerukan :

1. Mengutuk keras tindakan biadab pelaku pengeboman. Terorisme adalah kejahatan luar biasa dan tidak dibenarkan oleh agama manapun

2. Meminta seluruh jurnalis TV berpegang teguh pada kode etik dan P3SPS dalam meliput peristiwa teror bom di Surabaya.

3. Tidak mengeksploitasi visual berdarah korban tragedi bom dilayar kaca

4. Memverifikasi dan mengkonfirmasi setiap informasi terkait teror bom secara benar sebelum dipublikasi

5. Tidak ikut menyebarkan dan men-share gambar atau video korban teror bom di media sosial atau applikasi percakapan.

6. Tidak menggunakan narasumber yang bisa memperkeruh situasi

7. Selain menggali persoalan teror yang sebenarnya, jurnalis harus mendorong dan mendukung aparat kepolisian menangani kasus ini secara menyeluruh dan tuntas

8. Jurnalis harus ikut serta menjaga stabilitas nasional, dengan terus menumbuhkan harapan serta tidak menimbulkan ketakutan dimasyarakat

Jakarta, 13 Mei 2018

Pengurus Pusat
Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia