Gubernur Soedarmo Minta Dukungan FKUB Sukseskan Pilgub 2018

0
348
Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Provinsi Papua, Soedarmo , saat memimpin apel pagi. (Irfan/HPP)
Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Provinsi Papua, Soedarmo , saat memimpin apel pagi. (Irfan/HPP)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Setelah bertemu sejumlah kepala daerah serta Forkimpinda, Penjabat Gubernur Papua bertemu Forum Koordinasi Umat Beragama (FKUB) sebagai ajang silaturahmi, sekaligus membangun kesepahaman untuk Pilkada Gubernur yang aman, damai serta berkualitas.

Dalam pertemuan di Gedung Negara Dok V Atas Jayapura tersebut, Soedarmo terang-terangan meminta dukungan dan Kerjasama untuk mensukseskan pilkada Gubernur dan wakil Gubernur. Termasuk pemilihan bupati dan wakil bupati di tujuh Kabupaten.

“Sebab tanpa dukungan pihak agama pun, saya rasa pelaksanaan Pilkada akan berjalan tak maksimal. Karenanya, saya rasa penting pertemuan kali ini untuk menyampaikan secara langsug terkait masalah dan upaya menciptakan pilkada damai diatas negeri ini,” ujar enjabat Sementara (Pjs) Gubernur Provinsi Papua, Soedarmo.

Diakuinya, Provnisi Papua memiliki sejumlah permasalahan yang kompleks namun perlu dihadapi secara persuasif.  Sehingga keterlibatan FKUB serta para toko agama dipandang penting agar dapat menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi diatas negeri ini.

Dilain kesempatan Soedarmo menyebut, hHasil survei peneliti, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), pakar maupun pengamat politik menempatkan Provinsi Papua sebagai daerah paling rawan dalam penyelenggaraan Pilkada serentak di seluruh nusantara.

Dimana dari 17 provinsi yang akan menggelar Pilkada serentak tahun ini, Papua ditempatkan sebagai paling rawan. Sedangkan dari tujuh kabupaten yang akan menggelar Pilkada serentak di bumi cenderawasih, empat daerah dianggap rawan konflik.

“Padahal Pilkada ini kan hanya sementara. Kemudian tujuannya untuk memilih pemimpin yang akan membawa daerahnya menuju kepada kesejahteraan,” kata dia.

Kendati begitu, Soedarmo yakin Papua sebagai daerah yang telah dianggap “merah” pada saatnya nanti akan menjadi “hijau”. Dalam artian, dari rawan menjadi aman.

“Namun saya yakin dan percaya bahwa ini bisa diwujudkan dengan keterlibatan semua pihak tak terkecuali pihak agama,” ucapnya.

Sementara untuk bisa merubah dari rawan menjadi sebaliknya, kata dia, hal itu bukan hanya menjadi tugas seorang gubernur beserta jajaran saja. Melainkan butuh dukungan penuh mitra pemerintah seperti DPRP dan Majelis Rakyat Papua (MRP), TNI/Polri, tokoh-tokoh serta pihak agama. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here