Warga  Pengunjung  Diajak  Jaga Fasilitas Pos Lintas Batas Negara RI – PNG

0
589
Kepala Biro Perbatasan dan Kerja Sama Luar Negeri Provinsi Papua, Suzana Wanggai (baju putih kanan), bersama , Susana Senandi dan Betty Koirewa, ketiga Perempuan Papua yang ikut dengan berbagai kapasitas merayakan bersama HUT 42 Tahun Kemerdekaan Papua New Guinea (PNG) di Angkasa Kota Jayapura tahun 2017 lalu. (Eveerth Joumilena / lintaspapua.com)
Taman di Perbatasan Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. Taman yang berdekatan dengan PLBN ini kini menjadi daerah yang paling sering dikunjungi warga Jayapura. (Erwin /HPP)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Badan Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri (BPKLN) Provinsi Papua mengimbau seluruh pengunjung agar dapat menjaga fasilitas di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw, Distrik Muaratami, Kota Jayapura, Papua.

“Tak hanya menjaga fasilitas di PLBN, pengunjung juga diminta tak membuang sampah disembarangan tempat, lebih khusus pada taman-taman yang dibangun berdekatan dengan PLBN Skow,” ujar  Kepala Badan Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri Provinsi Papua, Suzana Wanggai, di Jayapura, kemarin.

Wilayah perbatasan Indonesia – Papua New Guinea (PNG) di Skouw, Kota Jayapura. (Eveerth Joumilena /Koran Harian Pagi Papua)

Dia juga menyayangkan rusaknya fasilitas umum di lokasi PLBN, diantaranya sejumlah toilet padahal bangunan tersebut baru diresmikan sekitar setahun yang lalu.

“Tentu sangat disayangkan gedung sebesar itu tapi pengelolaannya belum berjalan maksimal. Namun kita juga harap agar pengunjung bisa menjaga fasilitas umum yang ada”.

Kepala Badan Perbatasan dan Kerja Luar Negeri, Suzana Wanggai, dalam sebuah kegiatan. (Eveerth Joumilena / HPP)

“Sementara kalau soal toilet yang rusak memang, sangat disayangkan sebab ini kebutuhan dasar yang sangat diperlukan. Apalagi akhir-akhir ini banyak pengunjung yang ingin berwisata ke perbatasan Skouw,” ucapnya.

Dia katakan, saat ini memang pengelolaan PLBN Skouw bukan lagi ditangani oleh institusinya, sebab kini sudah diambil alih oleh Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Pusat.

Kepala Biro Perbatasan dan Kerja Sama Luar Negeri Provinsi Papua, Suzana Wanggai (baju putih kanan), bersama , Susana Senandi dan Betty Koirewa, ketiga Perempuan Papua yang ikut dengan berbagai kapasitas merayakan bersama HUT 42 Tahun PNG di Angkasa tahun 2017 lalu. (Eveerth Joumilena /Koran Harian Pagi Papua)

Dirinya juga tak mengetahui apakah ada pihak ketiga yang ditunjuk langsung oleh pihak terkait, untuk mengelola PLBN tersebut. “Namun dengan laporan ini tentu akan menjadi perhatian kami supaya hal ini bisa dibenahi oleh pihak terkait. Untuk itu, kita harap gedung yang besar tersebut kedepan lebih didukung dengan perawatan yang baik,” harapnya

Sebelumnya, seorang warga Kota Jayapura, Yanu Qadri, mengeluhkan rusaknya sejumlah fasilitas umum di PLBN, diantaranya toilet umum. Dia berharap, hal itu segera dibenahi oleh institusi terkait, mengingat semakin banyak masyarakat Jayapura yang berwisata ke Skouw.

“Saat ini pelintas batas sekitar 20-25 orang setiap hari. Kita akan perbaiki meski tidak sebesar Skouw di Jayapura. Kita akan perbaiki fasilitasnya sehingga disamping fungsi pertahanan keamanan bisa menjadi tujuan orang melihat perbatasan di selatan Papua,” kata Menteri Basuki. (Foto Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)

“Setahu saya dalam sehari ada ratusan warga yang berkunjung ke Skouw. Sehingga banyak masyarakat yang mengunjungi kawasan tersebut. Untuk itu, kami harap ada perbaikan pada fasilitas umum yang rusak,” harapnya. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here