Pemkab Asmat Intensif Bangun Rumah Rakyat di 224 Kampung

0
512
Bupati Asmat, Elisa Kambu, saat diwawancara. (Emanuel Riberu /HPP)
Bupati Asmat, Elisa Kambu, saat diwawancara. (Emanuel Riberu /HPP)

ASMAT (LINTAS PAPUA) – Pemerintah Kabupaten Asmat dalam kepemimpinan Bupati Elisa Kambu dan Wakil Bupati, Thomas Eppe Safanpo memprogramkan pembangunan rumah masyarakat di 224 kampung dan 23 distrik di kabupaten itu.

Sesuai rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2016-2021 atau selama lima tahun, Pemkab Asmat menargetkan pembangunan rumah bagi masyarakat Asmat sebanyak 1500 unit.

Menurut Bupati Asmat, Elisa Kambu, dalam tiap tahun pemerintah setempat membangun 200 hingga 300 unit rumah bagi masyarakat asli Papua di Kabupaten Asmat. Pemerintah daerah fokus membangun infrastruktur pemukiman, sebab masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

“Kita di kabupaten setiap tahun kita dorong pembangunan rumah masyarakat. Tiap tahun itu terdapat 200 hingga 300 unit yang dibangun pemerintah daerah,” kata Elisa Kambu, Senin (7/5).

Bupati Elisa Kambu menyebut, pemerintah setempat telah membangun kurang lebih 1000 unit rumah masyarakat selama periode 2016-2017. Pada tahun 2016, pemerintah telah membangun 511 unit, dan tahun 2017 dikerjakan sebanyak 432 unit.

Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Asmat saat mendapatkan arahan dari Bupati Asmat, Elisa Kambu. (Eman)

“Sementara yang dari Kementerian PUPR akan membangun 150 unit rumah tahun ini dan mereka akan programkan bedah 1000 rumah di Asmat. Program bedah rumah itu anggarannya Rp.60 juta per rumah,” ujarnya.

Bupati Asmat berharap agar masyarakat lokal dapat diberdayakan dalam program kementerian tersebut. “Mungkin tenaganya pakai masyarakat lokal, sementara untuk bahan bangunan bisa didatangkan dari luar. Kita harap masyarakat bisa dimanfaatkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Asmat, Ewang Massau mengatakan, pihaknya telah membangun 518 unit rumah sepanjang 2016-2017.

Presiden Indonesia, Ir. Joko Widodo, saat mengunjungi Kabupaten Asmat, tampak dengan menggendong anak – anak asli daerah setempat. (Brio Pers Setpres)

“Kalau digabung dengan yang dibangun instansi lain, totalnya sekitar 1000 unit. Pembangunan rumah juga diprogramkan oleh instansi lain seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Sosial. Ada pula yang diprogramkan oleh kementerian,” kata Paewang.

Ia menambahkan, pada tahun 2016 telah dibangun 310 unit dan 208 unit dikerjakan pada tahun 2017. Anggaran proyek perumahan tersebut bersumber dari DAK, DAU dan Otsus. “Ukuran rumah bantuan 4×5 meter dengan konstruksi papan. Rata-rata setiap distrik mendapat jatah 10-15 unit,” imbuhnya. (Emanuel Riberu / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here