Jeany Nerokouw Optimis Retribusi Pasar Hamadi Capai Target

0
647
Kepala Pasar Hamadi, Jeany Nerokouw, saat diwawancara. (Elsye Sanyi / HPP)
Kepala Pasar Hamadi, Jeany Nerokouw, saat diwawancara. (Elsye Sanyi / HPP)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA) – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Jayapura melalui Kepala Pasar Hamadi, Jeany Nerokouw mengatakan, sangat optimis penerimaan retribusi pedagang di Pasar Hamadi dapat memenuhi target di tahun 2018.

Kepada HPP, Jeany mengungkapkan pihaknya menargetkan penerimaan retribusi pedagang tahun 2018 di Pasar Hamadi harus melebihi Rp.100.000.000. Diakuinya, pihaknya sangat optimis karena sejak Januari hingga Mei 2018 hasil penerimaan retribusi pedagang telah mencapai Rp.53.000.000 yang diperoleh dari 326 pedagang kios dan 400 pedagang los meja di Pasar Hamadi.

“Penarikan retribusi kios dan los meja dilakukan per bulan sesuai dengan ukurannya yang dimulai dari harga Rp.195.000, Rp.200.000, Rp.300.000 hingga Rp.400.000. Sedangkan untuk kebersihan dibayarkan setiap hari,” jelasnya kepada awak media saat di temui di Kantor Wali Kota Jayapura, Senin (7/5/2018).

Terkait penagihan retribusi pedagang, Jeany mengakui pihaknya terkendala saat penarikan SKRD, karena ada sejumlah kios yang masih tutup. Lanjutnya, saat ini penarikan SKRD bukan lagi per hari melainkan per bulan yang dilakukan oleh petugasnya dengan menunjukkan kartu iurannya.

Pasar Hamadi yang berada di pinggiran bibir lautan Pasifik Kota Jayapura. (Panoramio.com)

Disamping itu, dirinya mengimbau kepada para pemilik toko atau kios di Pasar Hamadi agar segera melapor kepada petugas Pasar Hamadi, karena dalam bulan ini pihaknya akan melakukan penertiban atau penataan kembali Pasar Hamadi.

“Jadi jika ada toko, kios atau los meja yang dibangun dengan inisiatif pedagang itu sendiri, maka akan kami tertibkan. Saat ini ukuran meja 1×1,5 meter sebesar Rp.2.000. Apabila pedagang mendirikan kios mereka lebih besar dari ukuran standarnya, maka pedagang tersebut harus membayar lebih besar lagi sesuai dengan ukuran dan ketentuan yang ada,” tegasnya.

Pasar Ikan Hamadi (ISTIMEWA)

Jeany menjelaskan penataan ulang Pasar Hamadi itu semata-mata dalam rangka meningkatkan jumlah penerimaan retribusi pedagang serta untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kota Jayapura.

Oleh sebab itu, lanjutnya, toko atau kios yang digunakan tidak untuk diperuntukkan harus segera dikosongkan , dan akan kita masukkan pedagang baru sesuai dengan peruntukkannya.

“Seperti dilantai dua itu terdapat banyak gudang disana, padahal lantai dua diperuntukkan untuk menjual pakaian atau baju. Kalau masih digunakan sebagai gudang maka kita akan tarik, karena itu adalah aset pemerintah,” paparnya. (Elsye Sanyi / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here