Suasana Pembukaan Bimtek Implementasi K13 PAUD Wilayah IV di Fave Hotel. (Elsye Sanyi / Koran Harian Pagi Papua)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Sebanyak 480 peserta mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum 2013 (K13) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Wilayah IV Tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, melalui kerjasama antara Direktorat PGTK PAUD dan Dikmas dan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Pendidikan, yang berlangsung mulai 6-12 Mei 2018 di Hotel Fave Kota Jayapura.

Adapun kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Fachruddin Pasolo yang ditandai dengan penabuhan tifa, di Hotel Fave, Senin (7/5).

Peserta berasal dari perwakilan lima orang yang terdiri dari tiga orang Guru TK, satu Kepala TK dan satu Pengawas TK dari masing-masing 101 kabupaten/kota di sembilan provinsi, yang dilakukan secara serentak di Sulawesi, Gorontalo, Kendari, Kota Ambon, Kota Jayapura dan Kota Sorong.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Drs. Fachrudin Pasolo, MM ., dalam sebuah kegiatan lainnya. (Fransisca/LintasPapua.com)

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Fachruddin Pasolo mengatakan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, terdapat dua dimensi kurikulum yaitu berupa rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran, serta berupa cara yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran tersebut.

“Untuk itu seluruh pendidik, pengawas dan pengelola PAUD harus memahami kerangka dan struktur K13 PAUD agar dalam penyelenggaraan program PAUD sesuai dengan tujuan yanh telah ditetapkan,” ucapnya.

Sebagai fasilitatir yang dibutuhkan anak untuk belajar, Pasolo juga berharap agar guru dapat menjadi teladan bagi anak dalam bersikap dan berperilaku serta membangun minat dan keinginan anak untuk terus belajar melalui kegiatan yang menyenangkan.

Pesannya kepada para peserta yang diembankan tugas yang berat itu, harus maksimal mengikuti pelatihan ini dengan baik, guna menyiapkan generasi emas yang sedang kita didik untuk menjadi pribadi yang beriman, cerdas, berkarakter, berbudaya, berkualitas dan berdaya saing serta mamou menguasai dunia pada masa mendatang. (Elsye Sanyi / Koran Harian Pagi Papua)