40 Perempuan  Jayapura Dilatih Pemintalan Noken

0
906
Peserta Pelatihan memintal Noken dan lukis kayu. (Lea/HPP)
Peserta Pelatihan memintal Noken dan lukis kayu. (Lea/HPP)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Kaum perempuan di Kabupaten Jayapura, terus ditingkatkan keterampilannya. Kali ini, puluhan perempuan dilatih memintal noken dan cara mengembangkan lukis kayu, bertempat di aula Balai Pertanian Kabupaten Jayapura, Senin (7/5/2018).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Jayapura, Maria Bano mengatakan, bahwa ketrampilan pemintalan noken dan desain kulit kayu ini memang sudah dimiliki oleh para perempuan di Kabupaten Jayapura, namun pihaknya terus mendorong mereka dalam pelatihan guna meningkatkan kualitas hidupnya di bidang ekonomi.

“Sebelumnya kami ucapkan terima kasih kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan yang sudah memilih Kabupaten Jayapura untuk pengembangan ketrampilan noken dan kulit kayu. Dalam kegiatan ini kami targetkan  40 orang peserta, tapi yang ikut ternyata lebih banyak lagi,” ungkap Maria usai kegiatan.

Penyerahan secara simbolis oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA) Kabupaten Jayapura, Dra. Maria Bano kepada Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si.. Sebuah Kegiatan yang berbeda dari Ibu Maria Bano. (Irfan)

Menurut Maria, antusias peserta cukup bagus, apalagi selamaini mereka hanya tahu pembuatan noken dilakukan secara tradisional.

“Tapi dengan alat pemintal noken ini merupakan hal baru yang mereka (peserta) ketahui,” katanya.

Pada 2017 lalu pelatihan difokuskan kepada perempuan yang bermukim di Lembah Grime, namun di 2018 ini pihaknya menyasar semua perempuan di 19 distrik.

“Jadi setiap distrik kami ambil perwakilan berjumlah 10 orang dengan penyediaan mesin pemintal 20 unit, dan setiap wilayah mendapatkan 5 mesin,” sebutnya.

Khusus untuk wilayah Asei Pulau, sambung Maria, memang sudah ada lukisan kulit kayu. Hanya saja masyarakat setempat menginginkan ukuran lukisan yang lebih besar dan bisa memiliki nilai jual di pasaran.

“Untuk lukisan kayu dan noken ini kita kerja sama dengan Yayasan Niru Daya. Kita bagaimana merancang dan menjualnya agar lebih baik lagi,” bebernya.

Maria berharap dengan pelatihan pemintalan noken ini menghasilkan 10 noken per bulan, dibandingkan cara tradisional yang hanya 3 noken.

“Tentunya nilai jualnya juga akan berbeda antara pintal mesin dan tradisional ini. Dan kami juga berharap hasil karya mereka dapat dipasarkan oleh instansi terkait yakni Disperindagkop setempat,” tandasnya. (Lea / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here