Sekolah Dibakar KKB, Tak Halangi Pejar SD dan SMP Ikut Ujian Susulan di Tembagapura

0
106
Nampak empat orang siswa siswi SMP yang mengikuti Ujian Susulan di sekolah Yayasan Pendidikan Jayawijaya, Senin (7/5) pagi. (ISTIMEWA)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Meskipun fasilitas pendidikan telah dibakar oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) beberapa bulan lalu, namun semangat anak-anak didik di Kampung Waa Banti, Kimbeli dan Opitawak, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika tak pernah redup.  Mereka berjuang menjawab soal-soal dalam ujian nasional demi menggapai cita-citanya menjadi generasi cerdas yang mengharumkan nama bangsa dimasa yang akan datang.

Hal ini dibuktikan dengan adanya siswa SD dan SMP dari ketiga kampung tersebut  yang mengikuti ujian susulan di sekolah Yayasan Pendidikan Jayawijaya (YPJ) yang berlokasi di Tembagapura, Senin (7/5) pagi. Proses berlangsungnya ujian dipantau langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Jenny O. Usmani S.Pd M.Pd.
Diketahui, ada 4 peserta yang mengikuti ujian susulan di tingkat SMP dari total 26 peserta dalam daftar absensi, yakni Demi Alom, Demianus Alom, Ronal Alom, dan Ananius Omabak. Sementara untuk peserta ujian susulan tingkat SD dalam absen sebanyak 12 peserta, 4 diantaranya hadir mengikuti ujian. Keempat peserta ujian susulan tingkat SD yang hadir yakni Orona Magal, Supina Aim, Salona Magal, dan Seli Mentegau.
Para peserta ujian susulan dari tingkat SD dan SMP tersebut berasal dari Kampung Waa Banti, Kimbeli dan Opitawak yang telah dievakuasi ke Tembagapura untuk mengikuti proses ujian. Mengingat sebelumnya, kondisi sekolah mereka telah ludes dibakar oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) serta berbagai gangguan dari kelompok itu sehingga tidak memungkinkan untuk dilaksanakannya proses ujian di tiga kampung tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Jenny O. Usmani S.Pd M.Pd mengungkapkan, delepan siswa siswi peserta ujian dari SD dan SMP Inpres yang hadir dalam ujian susulan tersebut tiba di sekolah Yayasan Pendidikan Jayawaijaya tepat pukul 08.00 Wit dan disambut oleh guru YPJ, kemudian mengajak kedelapan siswa siwi itu makan pagi di Mess Hall Melati 68 milik Yayasan tersebut.
“Mereka tiba di Yayasan Pendidikan Jayawijaya pada pukul 08.00 Wit dan disambut oleh para guru. Pak Bayu, satu dari guru di sana mengajak mereka serapan pagi di Mess Hall Melati 68 sebelum dimulai ujian pada pukul 09.00 Wit,” tuturnya, Senin (7/5).
Dikatakan, ujian susulan berlangsung dengan lancar dengan bantuan pengamanan dari kepolisian sektor Tembagapura. “Ujian dimulai dari pukul 09.00 Wit dan berakhir pukul 11.00 Wit dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia,” terangnya.
Sementara itu Kapolsek Tembagapura, AKP Hermanto usai berlangsungnya ujian mengungkapkan, dirinya bersama 3 personil di jajarannya turut hadir mengambil bagian tugas pengamanan selama berlangsungnya ujin susulan itu. Dikatakan, pagi sebelum ujian, pihaknya menugaskan Kanit Binmas Polsek Tembagapura untuk melakukan penjemputan para peserta ujian dari Kampung Waa Banti, Kimbeli dan Opitawak.
“Pagi tadi Kanit Binmas bersama Brigpol Tasri menggunakan 1 unit LWB menjemput siswa siswi SMP dan SD Banti. Setelah sampai di Kimbeli sekitar pukul 07.15 Wit, Lalu sebagian naik kendaraan Clo bersama para siswa dan juga siswi untuk selanjutnya bergerak menuju mile 68 sekolah Yayasan Pendidikan Jayawijaya di Tembagapura,” terangnya.
Terkait pembakaran gedung sekolah di Banti, Hermanto menuturkan, maksud KKB membakar gedung sekolah beberapa waktu lalu itu adalah untuk menggagalkan pemerintah dalam melaksanakan program pendidikan di wilayah pegunungan Papua. Namun demikian, ia menegaskan kepolisian akan terus berada di tengah-tengah masyarakat dalam memberikan rasa aman, serta selalu siap mendukung program pemerintah melalui tugas dan fungsi kepolisian.
“Bahwa kemarin KKB membakar sekolah di Banti itu bertujuan agar anak-anak tidak bisa bersekolah, namun itu tidak menjadi persoalan bagi pemerintah untuk mencerdaskan anak-anak bangsa di Banti, Kimbeli dan Opitawak. Walaupun ada sedikit hambatan namun tidak berarti bagi mereka untuk menjadi manusia cerdas. Kita dukung mereka melalui tugas-tugas kepolisian,” tegasnya.
Ujian susulan dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia selesai pada pukul 11.00 Wit dan berlangsung dengan aman, siswa siswi peserta ujian kembali ke Banti, Kimbeli dan Opitawak. Ujian lanjutan dilaksanakan hari ini, Selasa ( 8 /5), dengan mata pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris. Semoga para peserta ujian lulus dan melanjutkan jenjang pendidikan berikutnya. Selamat! (Paul/HPP)